Peneliti BRIN beberkan fakta menarik tentang sinkhole di Sumbar

Fenomena Sinkhole di Sumatera Barat: Penjelasan dari Ahli Geologi

Beberapa waktu lalu, masyarakat di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota kembali menghadapi fenomena sinkhole. Kejadian ini terjadi pada awal Januari dan bukanlah yang pertama di wilayah Sumatera Barat (Sumbar). Sebelumnya, fenomena serupa juga muncul di wilayah Panta Pauah, Kecamatan Matur, Agam.

Menurut peneliti Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Purna Sulastya Putra, daerah Panta Pauah memiliki struktur batuan vulkanik muda yang terdiri atas batu apung dan andesit. Informasi ini diperoleh dari Peta Geologi Lembar Padang yang dibuat oleh Kastowo dan rekan-rekannya pada tahun 1996.

Purna menjelaskan bahwa di sebelah utara, timur lokasi sinkhole, serta ke arah Bukittinggi terdapat singkapan batuan karbonat yang lebih tua. Endapan vulkanik tersebut secara stratigrafi menutupi batuan karbonat, sehingga kemungkinan besar sinkhole di Panta Pauah berkaitan dengan fenomena yang umum terjadi pada batuan karbonat.

Hubungan Antara Sinkhole dan Erosi Bawah Tanah

Batuan karbonat memang rentan tererosi oleh air, sering membentuk gua dan sungai bawah tanah. Dengan demikian, sinkhole bisa jadi disebabkan oleh kolapsnya gua atau sungai bawah tanah tersebut. Namun, hipotesis ini masih berupa pengamatan geologi regional berdasarkan peta geologi yang ada.

Purna menyampaikan bahwa fenomena erosi bawah tanah bisa terjadi jika air infiltrasi cukup banyak. Terlebih, ketika terjadi banjir besar, air akan meresap lebih dalam ke dalam tanah. Jika tanah tersusun dari material yang longgar dan poros, maka sangat mungkin terjadi erosi internal yang dapat menciptakan rongga di bawah permukaan, akhirnya menyebabkan munculnya sinkhole.

Peran Banjir dalam Pembentukan Sinkhole

Banjir besar juga berperan penting dalam proses pembentukan sinkhole. Air yang masuk ke dalam tanah akan membawa lebih banyak material organik. Akibatnya, air menjadi lebih asam dan mempercepat pelarutan batuan karbonat yang merupakan komponen utama batugamping.

Observasi dan penelitian yang lebih mendalam diperlukan untuk memverifikasi hipotesis ini. Selain itu, kondisi geologis di sekitar lokasi juga perlu dipertimbangkan. Misalnya, lokasi sinkhole di Panta Pauah berada dekat atau bahkan dilalui jalur Sesar Sumatera.

Hubungan dengan Sesar Sumatera

Meskipun tidak ada hubungan langsung antara gempa besar atau patahan aktif dengan munculnya sinkhole, zona sesar bisa menjadi jalur air yang meresap ke dalam tanah. Proses ini dapat mempercepat pelarutan batuan karbonat di bawah permukaan.

Purna menekankan bahwa meski secara teori ada kemungkinan hubungan antara banjir dan munculnya sinkhole di Sumbar, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab pastinya. Dengan data yang lebih lengkap, masyarakat dan pihak terkait dapat lebih siap menghadapi risiko yang muncul dari fenomena alam seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *