Webinar Nasional Happiness Leadership: Menjadi Pemimpin yang Membahagiakan
Webinar Nasional Happiness Leadership yang diadakan oleh Ikatan Doktor Ilmu Manajemen (IKADIM) bekerja sama dengan Amanah Human Capital (AHC) berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai latar belakang. Acara ini diselenggarakan pada Rabu, 31 Desember 2025, sebagai penutup tahun yang penuh makna. Tema utama webinar adalah “Memimpin SDM di Era Penuh Tekanan dan Ketidakpastian”, yang menjadi ajang refleksi mendalam tentang makna kepemimpinan yang sesungguhnya.
Refleksi Mendalam tentang Kepemimpinan
Webinar ini tidak hanya menjadi wadah diskusi, tetapi juga upaya untuk menggugah kesadaran akan pentingnya kepemimpinan yang mampu membahagiakan, menyejahterakan, dan memanusiakan manusia di semua level organisasi. Peserta yang hadir mencermati relevansi isu kebahagiaan dalam konteks tantangan zaman yang semakin kompleks dan penuh tekanan. Ratusan peserta dari berbagai kalangan seperti pemerintahan, korporasi, organisasi sosial, hingga akademisi turut merasakan dampak langsung dari topik yang dibahas.
Narasumber Berpengalaman
Dalam acara tersebut, terdapat empat narasumber nasional dengan pengalaman lintas sektor. Mereka adalah:
- Dr. Dingot Hamonangan Ismail (Penulis buku 9 Kebiasaan Manusia Super Bahagia)
- Dr. Baskara Agung Wibawa (Praktisi Korporasi dan Anggota Komite BPH Migas)
- Dr. Sri Sundari (Pejabat di Lingkungan Setjen DPD RI dan Motivator Energi Kebahagiaan)
- Dr. Danang Aziz Akbarona (Penulis buku From Success to Happiness)
Ketua Umum IKADIM, Dr. Jazuli Juwaini, menyampaikan sambutan pembuka yang menekankan peran strategis IKADIM bersama AHC dalam menyebarkan nilai kebahagiaan melalui praktik kepemimpinan yang beretika dan berorientasi pada kesejahteraan manusia.
Kepemimpinan yang Memberi Teladan
Menurut Dr. Jazuli Juwaini, pemimpin sejati adalah mereka yang memberi teladan, memiliki tujuan yang jelas, memberdayakan, memotivasi kemajuan, serta menyejahterakan yang dipimpinnya—baik karyawan, masyarakat, maupun bangsa. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang menuntut pengorbanan dan tanggung jawab penuh untuk membahagiakan orang lain.
Ia juga mengutip Hadits Nabi Muhammad SAW: “Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka.” Dengan demikian, ia berharap para pemimpin benar-benar mencintai rakyatnya dan dicintai rakyatnya, karena di sanalah ada ketulusan, keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab sejati.
Keberlanjutan Kebahagiaan
Dr. Dingot Hamonangan Ismail menjelaskan bahwa kebahagiaan yang langgeng dan berkualitas tidak instan, melainkan dibangun dari sembilan pilar utama, termasuk iman dan takwa, zikir-pikir-sabar-syukur, keluarga atau tim yang bahagia, serta kinerja unggul. Ia menegaskan bahwa kebahagiaan tertinggi adalah perjumpaan dengan Allah SWT, yang harus dipersiapkan dengan mempertanggungjawabkan seluruh amanah kehidupan.
Kepemimpinan di Dunia Usaha
Dari perspektif korporasi, Dr. Baskara Agung Wibawa memaparkan realitas kepemimpinan di dunia usaha yang sering dihadapkan pada karyawan yang tidak bahagia dan mengalami demotivasi. Ia menekankan bahwa pemimpin memiliki peran kunci untuk menghadirkan kebahagiaan dengan menjadi sosok yang melindungi, memberi rasa aman, dan membangun organisasi yang kondusif bagi pertumbuhan dan keberlanjutan.
Kebahagiaan yang Bersifat Internal
Dr. Sri Sundari menekankan bahwa inti kebahagiaan terletak pada kesadaran akan rahmat Tuhan yang melekat dalam diri setiap manusia. Ia menyarankan peserta untuk terbiasa berbuat baik, berprasangka baik, serta menerima semua takdir dengan ikhlas, sabar, dan tawakal.
Kecerdasan Spiritual
Menutup rangkaian pemaparan, Dr. Danang Aziz Akbarona menyimpulkan bahwa puncak kebahagiaan bermuara pada spiritualitas. Ia merujuk pada teori kecerdasan mutakhir yang menyatakan bahwa the ultimate intelligence adalah kecerdasan spiritual. Pemimpin yang membahagiakan adalah mereka yang bekerja dengan tujuan, penuh makna, bermanfaat, dan berpijak pada nilai-nilai kebenaran serta kebaikan.
Dengan spiritualitas yang baik, semua potensi lain seperti fisik, intelektual, dan emosional akan terbuka dan berkembang pesat. Webinar Nasional Happiness Leadership ini menjadi penutup tahun yang bermakna, sekaligus penegasan komitmen IKADIM dan Amanah Human Capital untuk terus mendorong lahirnya pemimpin-pemimpin yang tidak hanya sukses secara struktural, tetapi juga mampu menghadirkan kebahagiaan dan harapan di tengah ketidakpastian zaman.
Tinggalkan Balasan