Perayaan Tahun Baru yang Berbeda di LKP Titik Nol English Course
Ratusan siswa dari LKP Titik Nol English Course Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri, memilih merayakan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di lingkungan lembaganya pada Rabu (31 Desember 2025). Perayaan ini dilakukan sebagai upaya menciptakan ruang aman sekaligus menghindari potensi kegiatan negatif yang sering muncul saat malam tahun baru.
Perayaan Tahun Baru digelar dengan konsep tertutup, sederhana, dan terkontrol. Sebanyak sekitar 350 siswa dari 11 camp mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung di lingkungan lembaga kursus. Acara disajikan dalam bentuk hiburan live music, permainan edukatif, refleksi akhir tahun, serta doa bersama. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman yang bermanfaat dan positif bagi para peserta.
Manajer Operasional LKP Titik Nol English Course, Yosua Ignatius Manullang, menjelaskan bahwa perayaan malam tahun baru sengaja diarahkan agar para siswa tetap berada di area camp. Selain untuk menjaga keamanan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antar peserta kursus yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
“Perayaan kami kemas sederhana dan positif. Tujuannya agar siswa tetap aman, tidak keluar lingkungan camp, serta memiliki kegiatan yang bermanfaat dan membangun,” ujar Yosua.
Ia menambahkan bahwa Kampung Inggris Pare merupakan kawasan pendidikan yang dihuni ribuan pelajar dari berbagai latar belakang. Oleh karena itu, pengelola kursus memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan lingkungan belajar tetap kondusif, termasuk pada momentum malam pergantian tahun.
Hiburan dan Refleksi Bersama
Tidak hanya berisi hiburan, momen pergantian tahun juga dimanfaatkan sebagai ajang refleksi dan kepedulian sosial. Para peserta menggelar doa bersama untuk para korban bencana alam di wilayah Sumatera dan Aceh yang terjadi menjelang akhir tahun. Suasana haru terasa saat seluruh peserta menyalakan lilin sebagai simbol solidaritas dan empati bagi keluarga korban terdampak.
Salah satu peserta Program Advance, Mohammad Shadruddin Ardakani Alkarim, mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Matematika Universitas Brawijaya, mengapresiasi konsep perayaan yang digelar lembaga kursusnya. Menurutnya, acara tersebut tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna.
“Meski acaranya seru, kami juga diajak menyalakan lilin dan berdoa bersama untuk saudara-saudara kita yang tertimpa bencana alam di Sumatera. Ini menjadi bentuk belasungkawa dan kepedulian kami terhadap para korban,” ungkap mahasiswa asal Lamongan itu.
Konsep Edukatif dan Humanis
Perayaan malam tahun baru dengan konsep edukatif dan humanis ini menjadi contoh alternatif bagi kawasan pendidikan dalam menyikapi euforia pergantian tahun, tanpa menghilangkan nilai keamanan, kebersamaan, dan kepedulian sosial. Dengan menghadirkan suasana yang hangat dan penuh makna, para siswa tidak hanya merayakan pergantian tahun, tetapi juga belajar untuk lebih peduli terhadap sesama.
Kegiatan ini juga membuktikan bahwa perayaan tahun baru tidak harus berupa pesta besar-besaran. Dengan pendekatan yang tepat, momen seperti ini bisa menjadi kesempatan untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan kepedulian sosial di kalangan pelajar. Melalui inisiatif seperti ini, LKP Titik Nol English Course menunjukkan komitmennya untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, aman, dan penuh makna.
Tinggalkan Balasan