Pergi dari Timnas, Sumardji Dapat Jabatan Baru di PSSI oleh Erick Thohir, Bukan Ketua BTN

Penunjukan Baru Sumardji di PSSI

Setelah mengundurkan diri dari jabatan manajer timnas Indonesia, Sumardji kini mendapatkan posisi baru di dalam tubuh PSSI. Penunjukkan ini dilakukan oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dan bukan sebagai Kepala Badan Tim Nasional (BTN). Ia ditunjuk sebagai Plt. Ketua Asprov PSSI Lampung.

Keputusan ini tertuang dalam Surat Keputusan PSSI nomor 439/SKEP/XII-2025 yang dikeluarkan pada 24 Desember 2025. Surat tersebut ditandatangani oleh Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Sekretaris Umum Yunus Nusi. Tujuan dari penunjukan ini adalah untuk menjaga kelancaran operasional organisasi hingga digelarnya kongres pemilihan ketua definitif.

Mantan Ketua Asprov PSSI Lampung, Edy Samsu, menyatakan bahwa keputusan ini sudah sesuai dengan aturan dan mekanisme organisasi. Menurutnya, masa kepengurusan Asprov Lampung telah berakhir pada akhir 2025, sehingga dibutuhkan sosok PLT sebelum pelaksanaan kongres.

“Penunjukan PLT adalah langkah yang paling tepat agar organisasi tetap berjalan. Itu hal yang lazim dalam organisasi,” ujar Edy. Ia menambahkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah siap menggelar kongres. Komite Pemilihan dan Komite Banding Pemilihan sudah dibentuk. Tinggal menunggu izin dari pusat.

Sebelumnya, Sumardji memutuskan mundur sebagai manajer timnas Indonesia setelah SEA Games 2025. Ia menyerahkan tugas kepada Erick Thohir untuk mencari pengganti yang lebih baik. “Saya serahkan tugas dan tanggung jawab yang saya emban selama ini kepada ketua umum,” kata Sumardji pada 16 Desember 2025 lalu.

Ia berharap agar penggantinya bisa menjadi sosok yang lebih baik, lebih ikhlas, dan lebih bertanggung jawab. “Agar supaya berkaitan dengan manajer timnas ke depan dicarikan sosok paling tepat, paling ikhlas, paling bertanggung jawab. Terbaik lah.”

Sumardji juga menyatakan bahwa ia akan fokus di Badan Tim Nasional karena tugas-tugas di sana sangat berat. Ia menjelaskan bahwa timnas baik senior maupun kelompok umur, kecuali U-17, mengalami beberapa tantangan yang membutuhkan kerja ekstra dan fokus. “Kali ini tugas manajer itu saya serahkan kepada Ketua Umum dan federasi agar supaya ada sosok yang lebih baik lagi dari saya untuk bersama-sama dengan Badan Tim Nasional untuk bisa memperbaiki keadaan dan situasi kurang baik saat ini.”

Ia juga meminta maaf atas segala hal yang terjadi dan berkomitmen untuk memperbaiki situasi di Badan Tim Nasional. “Saya ingin betul-betul fokus mengurangi intensitas melekat di tim, tapi saya harus berpikir bagaimana timnas ke depan lebih baik, jadi fokus di BTN.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *