Perlawanan Terakhir Relawan dan Aktivis Sumud Flotilla Sebelum Ditahan Israel

Serangan Kapal Perang Zionis Israel terhadap Armada Kemanusian Global Sumud Flotilla

Pada dini hari WIB, Kamis (2/10/2025), sebanyak 20 kapal perang Zionis Israel menyerang armada kemanusian Global Sumud Flotilla di perairan internasional yang menuju Gaza. Serangan ini dilakukan secara bertahap, dengan para relawan dan aktivis kemanusian yang turut serta dalam pelayaran disandera tanpa perlawanan. Mereka hanya menggunakan kata-kata dan nyanyian-nyanyian untuk menyampaikan pesan tentang keharusan Palestina merdeka.

Dalam laporan dari Global Sumud Flotilla, tiga kapal kemanusian menjadi sasaran utama serangan, yaitu Kapal Alma, Kapal Sirius, dan Kapal Adara. Di Kapal Alma, tercatat ada 29 relawan dan aktivis, termasuk beberapa pemimpin pelayaran seperti Greta Thunberg dari Swedia, Jasmine Acar dari Jerman, dan Thiago Avila dari Brasil. Aktivis kemanusian ini berada di kapal tersebut dan menjadi salah satu pemimpin pelayaran menembus Gaza.

Sebelum serangan dimulai, tentara laut Israel melakukan pengepungan terhadap armada kemanusian. Pada saat itu, terjadi kontak radio antara tentara penjajah dengan Thiago Avila, salah satu aktivis kemanusian. Dalam komunikasi tersebut, tentara Zionis Israel mengancam agar Kapal Alma menghentikan pelayaran, dengan alasan bahwa armada tersebut memasuki zona perang aktif yang berada di bawah penguasaan Zionis Israel.

“Anda berada di zona perang aktif. Dan jika anda mencoba untuk menembus blokade, angkatan laut kami (zionis) akan menghentikan kapal anda secara paksa. Dan kami berhak menyita kapal-kapala anda atas nama hukum. Anda akan bertanggung jawab penuh atas tindakan Anda,” begitu ancaman yang disampaikan oleh tentara Zionis Israel melalui saluran Global Sumud Flotilla.

Thiago Avila langsung membalas ancaman tersebut dengan menegaskan bahwa pengadangan dan penghentian pelayaran kemanusian merupakan pelanggaran terhadap hukum internasional. Ia menekankan bahwa armada Global Sumud Flotilla berlayar ke Gaza melalui perairan internasional yang dilindungi oleh hukum internasional.

“Kami menegaskan kepada anda, bahwa Mahkamah Internasional membuat keputusan tentang upaya untuk menghalangi misi-misi kemanusian ke Gaza merupakan tindakan ilegal secara hukum internasional,” ujar Thiago.

Dia juga mengingatkan tentang putusan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang telah memerintahkan penangkapan pemimpin negara ilegal Zionis Israel, Benjamin Netanyahu, atas kejahatan perang dan kejahatan kemanusian di Palestina dan Gaza.

“Mahkamah Pidana Internasional memerintahkan penangkapan terhadap Perdana Menteri Anda, Benjamin Netanyahu atas kejahatan-kejahatan perang, dan kejahatan-kejahatan kemanusian yang dilakukan, yang membuat ribuan anak-anak dan orang-orang (di Gaza) kehilangan nyawa, dan yang membuat anak-anak dan orang-orang kehilangan nyawa karena kelaparan, dan menggunakan kelaparan itu sebagai senjata untuk kejahatan perang,” ujar Thiago.

Thiago terus mengingatkan tentang moralitas dan hak-hak kemerdekaan suatu bangsa, termasuk Palestina. Ia menegaskan bahwa tugas moral Global Sumud Flotilla adalah menolak semua upaya dari pasukan pendudukan untuk menghentikan misi kemanusian ke Gaza.

“Oleh karena itu, kami tidak mengakui anda sebagai pihak yang sah untuk mengendalikan setiap upaya kami dalam membawa bantuan yang nyata ke Gaza. Kami menolak setiap upaya dari pasukan Anda untuk mengendalikan bantuan kemanusian yang kami bawa untuk rakyat Palestina di Gaza. Mereka memiliki hak untuk kedaulatan, dan mereka memiliki hak untuk menentukan kemerdekaan,” kata Thiago.

Namun, jawaban-jawaban tegas Thiago tak digubris oleh tentara Zionis Israel. Tak lama berselang, kapal perang Zionis Israel mendekat dan mengirimkan para tentarinya untuk menaiki Kapal Alma. Semua yang berada di dalam Kapal Alma ditangkap dan disandera. Termasuk Thiago, Greta, dan Jasmine. Hingga kini, belum ada kabar pasti tentang dibawa ke mana 29 relawan dan aktivis yang berada di Kapal Alma tersebut.

Nyanyian Bella Ciao Sebelum Penangkapan

Bukan hanya Kapal Alma saja yang diserang oleh tentara Zionis Israel. Hampir seluruh 41 kapal kemanusian Global Sumud Flotilla pun diserang dalam konvoi tersebut. Dalam video yang dirilis oleh salah satu saluran komunikasi antar partisipan Global Sumud Flotilla, terlihat detik-detik para relawan dan aktivis di atas kapal sebelum diserang dan disandera.

Aktivis Global Sumud Flotilla menyanyikan lagu pembangkangan Italia Bella Ciao sebelum ditahan pasukan Israel di perairan Palestina, Rabu (1/10/2025). Dalam video tersebut, belasan relawan tampak duduk berhadap-hadapan dengan mengenakan jaket pelampung yang berlampu-lampu. Suasana mencekam saat serdadu Zionis Israel mendekat. Akan tetapi para relawan dan aktivis itu tampak tenang tanpa perlawanan, sambil menyanyikan lagu Palestina Merdeka.

Dari rekaman penangkapan tersebut, para relawan dan aktivis semuanya mengumandangkan lirik Bella Ciao berbahasa Italia yang diadopsi untuk kemerdekaan Palestina.


Viva…viva… Palestina. Bella ciao, bella ciao, bella ciao…ciao…cioa. Viva…viva… Palestina, will be free form the river to the sea
,” begitu nyanyian tersebut sebelum serdadu Zionis Israel menaiki kapal untuk menyerang dan menyandera para relawan dan aktivis.

Laporan dari aplikasi pemantauan pelayaran Magic Mapim Global Sumud Flotilla sampai dengan Kamis (2/10/2025) pukul 04.44 WIB tercatat 21 dari 44 armada kemanusian yang sudah diserang, dan dalam status darurat pertolongan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *