Permintaan Khusus Wakil Bupati Garut Jelang Pernikahan
Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, memiliki permintaan khusus menjelang pernikahannya dengan Maula Akbar, putra dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Pernikahan yang akan digelar pada 14 hingga 17 Juli 2025 di Kabupaten Garut ini tidak hanya menjadi momen penting bagi kedua keluarga, tetapi juga menjadi langkah untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.
Putri Karlina mengungkapkan bahwa ia ingin mengganti tradisi pengiriman karangan bunga dengan bentuk lain yang lebih bermakna. Ia meminta para tamu undangan dan masyarakat untuk tidak mengirimkan papan bunga pada hari pernikahannya. Sebaliknya, ia menyarankan agar warga menggantinya dengan memberikan bibit pohon sebagai simbol cinta terhadap alam.
Inisiatif Hijau untuk Kelestarian Lingkungan
Permintaan ini bukan sekadar keinginan pribadi, melainkan bagian dari inisiatif yang bertujuan untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Bibit-bibit pohon yang diberikan akan ditanam di kawasan hijau baru yang akan dibangun di Garut. Salah satu lokasi yang dipilih adalah wilayah Sungai Cimanuk, Tarogong Kidul.
Putri menjelaskan bahwa pemerintah daerah berencana menciptakan sebuah hutan baru yang diberi nama Leuweung Panganten. Hutan ini akan menjadi tempat bagi pasangan pengantin baru untuk menanam pohon sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang perlindungan lingkungan.
“Kami berharap nantinya Leuweung Panganten bisa menjadi ruang hijau yang bermanfaat bagi generasi mendatang,” ujar Putri saat diwawancara.
Partisipasi Masyarakat dalam Prosesi Pernikahan
Selain itu, Putri juga mengajak masyarakat Garut untuk turut serta dalam prosesi pernikahannya. Ia menekankan bahwa setiap orang dapat berkontribusi, baik melalui doa maupun tindakan nyata. Bagi mereka yang mampu, partisipasi dalam penanaman pohon di Leuweung Panganten akan menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti.
Ia menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian acara pernikahan, mulai dari akad hingga resepsi, berlangsung dengan khidmat dan penuh kebahagiaan. “Kami mohon doa dari semua pihak agar segala sesuatu berjalan lancar dan diberkahi oleh Allah SWT,” tambahnya.
Tantangan dan Harapan Bersama
Meski ada tantangan dalam mewujudkan inisiatif ini, Putri yakin bahwa kepedulian masyarakat akan membantu. Ia percaya bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para tamu undangan, Leuweung Panganten dapat menjadi kenyataan. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menggabungkan tradisi dengan keberlanjutan lingkungan.
Pernikahan Putri Karlina dan Maula Akbar tidak hanya menjadi momen bahagia bagi dua keluarga, tetapi juga menjadi peluang untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga alam. Dengan permintaan khusus ini, ia menunjukkan bahwa pernikahan bisa menjadi awal dari perubahan positif yang berkelanjutan.
Tinggalkan Balasan