Penemuan Ratusan Pohon Mangrove Mati di Kawasan Benoa, Denpasar
Beberapa waktu lalu, masyarakat dan pihak terkait di kawasan Pelindo Benoa, tepatnya di sisi barat pintu masuk Tol Bali Mandara, Denpasar Selatan, dikejutkan dengan ditemukannya ratusan pohon mangrove yang mati secara mendadak. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran karena pola kematian yang tidak biasa dan menunjukkan adanya permasalahan serius di sekitar area tersebut.
Dari hasil pengamatan, diperkirakan jumlah pohon mangrove yang mati mencapai 200 hingga 300 batang. Jenis-jenis pohon yang terdampak antara lain Sonneratia Alba (Prapat), Rhizophora Apiculata (Bakau), dan Avicennia Marina (Api-api). Kondisi ranting-ranting pohon yang mengeras dan sangat kering menunjukkan bahwa kematian ini sudah berlangsung cukup lama, namun baru saja diketahui secara luas.
Luas wilayah yang terdampak diperkirakan mencapai 60 are. Hal ini menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, termasuk perusahaan dan instansi pemerintah setempat.
Tindakan Cepat dari Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus segera merespons kejadian ini. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Terminal BBM Sanggaran, sebagai lokasi terminal terdekat, telah melakukan pengecekan bersama tim Polairud. Selain itu, pihaknya juga melakukan rapat koordinasi dengan DKLH Provinsi Bali untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar kawasan.
Hasil pengecekan visual tidak menemukan adanya lapisan minyak atau bau menyengat BBM yang mengindikasikan pencemaran. Namun, hal ini tidak sepenuhnya menjamin bahwa penyebab kematian pohon mangrove tidak terkait dengan aktivitas operasional di sekitar area tersebut.
Ahad Rahedi menyampaikan bahwa Terminal BBM Sanggaran akan melakukan peninjauan kronologis terhadap seluruh kegiatan operasional dalam beberapa bulan terakhir, khususnya terkait proyek pipanisasi di kawasan Benoa. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah ada aktivitas yang berpotensi mengganggu ekosistem pesisir.
Upaya Pemulihan dan Investigasi Lanjutan
Pertamina berkomitmen untuk mempercepat pemulihan kawasan mangrove bersama perusahaan terkait lainnya yang memiliki wilayah operasional di kawasan Benoa, sesuai arahan DKLH Bali. Proses investigasi lebih lanjut sedang dilakukan, termasuk pengecekan ekosistem terdampak, untuk memastikan penyebab kematian pohon mangrove secara mendadak di kawasan tersebut.
Selain itu, pihak Pertamina juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, aparat penegak hukum, hingga lembaga lokal yang telah bekerja sama dalam proses pengecekan dan pemulihan kawasan.
Perlu Perhatian Serius
Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap aktivitas industri dan lingkungan di sekitar kawasan pesisir. Pohon mangrove berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi garis pantai dari erosi serta badai. Oleh karena itu, upaya pemulihan dan investigasi harus dilakukan secara menyeluruh dan transparan agar bisa dihindari terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Tinggalkan Balasan