Doc : Foto Bersama Tokoh Lintas Iman Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Forumnusantaranews.com- Suasana hangat penuh persaudaraan lintas iman kembali terasa di Kabupaten Purwakarta. Momentum 1 Syawal 1447 Hijriah tahun 2026 tidak hanya menjadi perayaan kemenangan bagi umat Islam, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperlihatkan kedewasaan masyarakat dalam merawat keberagaman serta memperkokoh persatuan.
Kegiatan kunjungan lintas iman yang dihadiri Bhikkhu Kamsai Sumano Mahāthera (Phrakhrupalad Kamsai Pomsiri), seorang Dhammadūta terkemuka asal Thailand dengan sejumlah tokoh agama lainnya seperti I Made Kandhi, Pendeta Situmorang, dan Yohanes Baptis dari Gereja Katolik Salib Suci. Pertemuan ini menjadi cerminan nyata wajah toleransi yang hidup di tengah masyarakat Purwakarta.
Rangkaian kegiatan yang diawali dengan kunjungan ke Gereja Katolik Salib Suci Purwakarta, dimana Gereja Katolik Salib Suci tengah menjalani masa Prapaskah, dalam persiapan menyambut Minggu Palma dan Pekan Suci menuju Hari Raya Paskah.
“Momen ini terasa istimewa karena menjadi kunjungan pertama Bhante Kamsai serta seluruh tokoh lintas iman dan sekaligus menjadi simbol keterbukaan yang semakin kuat dalam menjalin persaudaraan,” Kata Yohanes, Katekis Gereja Katolik Salib Suci, Rabu 25 Maret 2026.
Pertemuan semakin bermakna karena berlangsung dalam waktu yang berdekatan dengan tiga momentum besar keagamaan, “Ini pertemuan yang istimewa. Prapaskah bagi umat Katolik, Idul Fitri bagi umat Islam, serta Hari Suci Nyepi bagi umat Hindu,”Ujar Yohanes.
“Ketiga suasana ini menghadirkan nuansa spiritual yang berbeda, Prapaskah dengan refleksi dan pertobatan, Idul Fitri dengan sukacita kebersamaan, serta Nyepi dengan keheningan mendalam,”sambungnya.
“Di tengah perbedaan tersebut, justru lahir harmoni yang indah, di mana toleransi tidak lagi sekadar wacana, melainkan terwujud dalam praktik kehidupan sehari-hari,” terang Yohanes.
Dalam suasana penuh kehangatan, para tokoh lintas iman juga terlibat dalam dialog mendalam mengenai ekoteologi, yaitu upaya mengintegrasikan nilai-nilai keimanan dengan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
Gagasan ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Agama Republik Indonesia yang mendorong pelestarian alam sebagai bagian dari ibadah, sekaligus mendukung visi pembangunan berkelanjutan yang menekankan harmoni antara manusia dan alam.
Dialog yang berlangsung terbuka dan penuh persaudaraan ini turut melibatkan Syaikhuna Prof. Dr. KH. Abun Bunyamin, MA, pengasuh Pondok Pesantren Al-Muhajirin Purwakarta sekaligus tokoh PWNU Jawa Barat, serta Dr. Hj. Ifa Faizah Rohmah, M.Pd. Diskusi berjalan interaktif melalui sesi tanya jawab yang memperkaya wawasan dan mempererat tali silaturahmi lintas iman.
Sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan, kegiatan ini ditandai dengan penyerahan pohon damar dari perwakilan umat Katolik, Hindu, Kristen, dan Buddha kepada Syaikhuna KH. Abun Bunyamin. Simbol yang menjadi penegasan bahwa merawat bumi adalah tanggung jawab bersama, melampaui batas-batas perbedaan keyakinan.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke kediaman KH. Drs. H.M. Jhon Dien TH, S.H, M.Pd selaku Ketua FKUB sekaligus Ketua MUI Purwakarta.
Dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, para tokoh lintas iman saling menguatkan komitmen untuk terus menjaga harmoni sosial, memperkokoh persatuan, serta menjadikan Purwakarta sebagai teladan kerukunan bagi daerah lain di Indonesia.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan dalam balutan nilai iman, persaudaraan, dan kepedulian terhadap lingkungan, Purwakarta kembali meneguhkan jati dirinya sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi.
Tinggalkan Balasan