Warga Heboh, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Kandang Babi
Warga yang tinggal di Jalan Saudara Pasar 5,5, Dusun VI, Desa Tandem Hulu II, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, tiba-tiba kaget pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 07.10 WIB. Kejadian tersebut terjadi setelah seorang pria bernama BSS (33 tahun), warga Dusun IV, Afdeling IV, Desa Alur Melati, Kecamatan Sawit Sebrang, Kabupaten Langkat, ditemukan dalam kondisi membusuk.
Awal Penemuan Mayat
Pada hari Minggu (16/11/2025) sekitar pukul 20.00 WIB, pemilik ternak mencoba menghubungi korban melalui telepon. Namun, korban tidak menjawab panggilan tersebut. Pemilik ternak terus mencoba menghubungi korban, tetapi tidak berhasil.
Karena merasa khawatir, pemilik ternak bernama Johanes akhirnya datang ke peternakan. Ia menggunakan kunci remote control untuk membuka pagar dan masuk ke dalam kandang. Di dalam kandang, ia menemukan korban sudah tergeletak di lantai dengan bau busuk yang menyengat.
Respons Polisi
Karena panik, pemilik ternak langsung menelepon rekan untuk meminta bantuan polisi. Personel Polsek Binjai segera tiba di lokasi setelah menerima laporan. Tim polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan saksi serta keluarga korban.
Menurut Kompol Sutrisno, Kapolsek Binjai, hasil wawancara dengan saksi dan keluarga menunjukkan bahwa korban memiliki riwayat kesehatan seperti sakit lambung dan sering mengalami sakit kepala. Korban juga rutin mengonsumsi obat-obatan.
Tidak Ada Tanda-Tanda Kekerasan
Sutrisno menjelaskan bahwa tidak ada tanda-tanda luka kekerasan yang ditemukan di tubuh korban. Keluarga korban telah melihat jenazah secara langsung dan menerima kematian korban sebagai musibah. Mereka tidak keberatan dan tidak akan menuntut siapa pun.
Selain itu, keluarga korban menolak permintaan untuk dilakukan VER (Visum Eksternal) atau autopsi. Hal ini dikarenakan kondisi mayat yang sudah membengkak dan berbau busuk. Jenazah korban akan langsung dikuburkan tanpa proses pemeriksaan lanjutan.
Proses Pemakaman
Proses pemakaman akan dilakukan sesuai dengan keinginan keluarga. Meski tidak ada tanda-tanda kekerasan, kejadian ini tetap menjadi perhatian masyarakat setempat. Warga merasa prihatin atas kematian korban yang tiba-tiba dan dalam kondisi yang tidak biasa.
Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kesehatan dan kebersihan lingkungan. Terutama bagi mereka yang bekerja di tempat-tempat yang rawan seperti peternakan.
Kesimpulan
Dari penjelasan pihak kepolisian, kematian BSS diduga disebabkan oleh faktor kesehatan yang sudah lama dialami. Meskipun demikian, proses pemakaman dan pengambilan keputusan oleh keluarga tetap dilakukan dengan cara yang sesuai dengan keyakinan dan tradisi setempat.
Kejadian ini juga menunjukkan pentingnya komunikasi antara pemilik usaha dan karyawan, terutama dalam situasi darurat. Dengan adanya kesadaran akan kesehatan dan keselamatan kerja, risiko semacam ini bisa diminimalkan.
Tinggalkan Balasan