Presiden Prabowo Subianto Hadir di Sidang Majelis Umum PBB, Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Diplomasi Global
Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta para menteri sebelumnya pernah menyampaikan pidato secara virtual selama masa pandemi. Kini, dengan hadir langsung, Indonesia kembali menunjukkan komitmennya dalam forum internasional yang penuh makna simbolis dan politis.
Posisi pidato Presiden Prabowo juga mencatatkan sejarah tersendiri. Sebelumnya, Presiden Soekarno pernah berpidato di urutan ke-46, Presiden Soeharto di urutan ke-61, dan Presiden Megawati Soekarnoputri di urutan ke-17. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercatat tiga kali berpidato dengan urutan 20, 21, dan 16, sementara Presiden Joko Widodo dua kali hadir secara daring di urutan ke-16. Kini, Presiden Prabowo menempati urutan ke-3—salah satu posisi paling awal dan paling bergengsi yang pernah diraih Indonesia di forum PBB.
Di hadapan para pemimpin dunia yang hadir di ruang sidang Majelis Umum PBB, Presiden Prabowo membuka pidato perdananya dengan penuh penghormatan. Kepala Negara menekankan pentingnya persaudaraan universal di tengah perbedaan bangsa dan agama.
“Sungguh suatu kehormatan besar bagi saya untuk berdiri di General Assembly Hall yang agung ini, di antara para pemimpin yang mewakili hampir seluruh umat manusia. Kita berbeda ras, agama, dan kebangsaan, namun kita berkumpul bersama sebagai satu keluarga. Kita di sini pertama dan terutama sebagai sesama manusia — masing-masing diciptakan setara, dianugerahi hak yang tidak dapat dicabut untuk hidup, kebebasan, dan mengejar kebahagiaan,” ujar Presiden Prabowo.
Peran Indonesia dalam Membangun Dunia yang Lebih Baik
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan beberapa poin penting yang menjadi prioritas Indonesia dalam menjaga perdamaian dan kesejahteraan global. Salah satunya adalah komitmen Indonesia dalam mendukung solusi dua negara di Palestina. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung upaya menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
“Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan serta keamanan Israel. Hanya dengan begitu kita dapat memiliki kedamaian sejati, tanpa kebencian dan kecurigaan. Satu-satunya solusi adalah solusi dua negara, di mana dua keturunan Abraham hidup dalam rekonsiliasi, damai, dan harmoni,” jelas Presiden Prabowo.
Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya kerja sama multilateral dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketidaksetaraan. Ia menekankan bahwa Indonesia siap menjadi bagian dari solusi tersebut, baik melalui kontribusi tenaga maupun dana.
“Indonesia adalah salah satu negara terbesar yang memberikan bantuan pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami percaya pada PBB dan akan terus bertugas di mana pun diperlukan. Jika dan ketika Dewan Keamanan dan Sidang Umum memutuskan, Indonesia siap mengerahkan 20.000 atau bahkan lebih dari putra dan putri kami untuk menjaga perdamaian di Gaza atau tempat lain,” tambahnya.
Komitmen Indonesia dalam Menghadapi Perubahan Iklim
Presiden Prabowo juga menyampaikan visi Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim. Ia menjelaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah nyata untuk mengurangi emisi karbon dan meningkatkan ketahanan pangan.
“Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, kami mengalami dampak langsung dari perubahan iklim, terutama ancaman kenaikan permukaan laut. Di kota ibu kota kami, tingkat kenaikan air laut mencapai 5 sentimeter per tahun. Kami membangun tembok laut raksasa sepanjang 480 kilometer untuk menghadapi ancaman ini,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia juga berkomitmen untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060. Ia menegaskan bahwa Indonesia siap melakukan reboisasi dan investasi dalam pertanian ramah lingkungan untuk memastikan ketahanan pangan bagi generasi mendatang.
Harapan untuk Dunia yang Lebih Baik
Pada akhir pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan harapan bahwa semua negara akan bekerja sama untuk membangun dunia yang lebih adil dan sejahtera. Ia menekankan bahwa perdamaian, kemakmuran, dan kemajuan harus menjadi hak semua orang, bukan hanya segelintir negara.
“Kita hidup di masa ketika kebencian dan kekerasan mungkin terdengar paling keras, tetapi di balik kebisingan ini terdapat kebenaran yang lebih tenang bahwa setiap orang mendambakan rasa aman, dihormati, dicintai, dan mewariskan dunia yang lebih baik kepada anak-anak mereka,” kata Presiden Prabowo.
Ia menegaskan bahwa Indonesia akan terus mendukung PBB dan berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi global. “Mari kita lanjutkan perjalanan harapan umat manusia, sebuah perjalanan yang telah dimulai oleh para leluhur kita, sebuah perjalanan yang harus kita selesaikan,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan