Pihak Ruben Onsu Angkat Bicara soal Debt Collector Datangi Rumah Sarwendah

Pihak Ruben Onsu Mengungkapkan Kekesalan Terkait Datangnya Debt Collector ke Rumah Sarwendah

Pihak dari Ruben Onsu akhirnya memberikan pernyataan terkait kedatangan pihak debt collector yang mengunjungi rumah Sarwendah. Sebelumnya, pihak keluarga Sarwendah mengungkapkan bahwa kedatangan pihak tersebut adalah untuk menagih cicilan mobil milik Ruben Onsu yang masih tertunggak.

Kuasa hukum dari Ruben Onsu, yaitu Minola Sebayang, menyampaikan rasa kecewanya terhadap tindakan yang dilakukan oleh pihak Sarwendah. Menurut Minola, hal ini seharusnya tidak dibuat menjadi informasi publik karena merupakan urusan privasi.

“Apakah tujuan dari konferensi pers tersebut adalah untuk menyoroti adanya pihak debt collector yang bekerja di luar jam kerja dengan cara-cara yang tidak sesuai? Sehingga sampai harus diumumkan melalui presscon,” ujar Minola saat ditemui di kawasan Pulomas, Jakarta Timur.

Minola juga mempertanyakan alasan pihak Sarwendah mengumumkan masalah ini ke media. Ia menduga bahwa konferensi pers tersebut bertujuan untuk memojokkan klien mereka.

“Patut diduga bahwa presscon-nya hanya ingin mendiskreditkan klien kami, Ruben. Ingin menunjukkan bahwa Ruben sekarang dalam kondisi yang tidak mampu secara ekonomi,” tambah Minola.

Menurut Minola, insiden ini sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang lebih sederhana. Terlebih lagi, pihak debt collector itu datang ke alamat yang salah. Menurutnya, pihak Sarwendah cukup memberitahu bahwa dua orang debt collector tersebut salah alamat.

“Ini sama saja seperti orang salah kirim barang. Jika memang orang yang datang itu salah alamat,” jelas Minola.

Ia menambahkan, “Kita tinggal bilang, ‘Kamu salah alamat karena yang memiliki tanggung jawab dan kewajiban adalah orang lain, bukan saya’. Sesederhana itu kan?” imbuhnya.

Lebih lanjut, Minola menjelaskan tentang tunggakan dari Ruben Onsu. Menurut kuasa hukum tersebut, cicilan dari Ruben belum jatuh tempo secara fatal.

“Klien saya mengatakan bahwa sebenarnya jatuh tempo cicilannya belum tiba. Jadi sangat aneh juga jika sampai ada orang yang datang menagih sesuatu yang jatuh temponya belum tiba,” tutup Minola.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *