Polemik Dapur MBG di Merangin Mengancam Kehidupan Warga

Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Perumahan Zahdan, Desa Sungai Ulak

Pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di kawasan Perumahan Zahdan, Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, menimbulkan beberapa kekhawatiran dari masyarakat setempat. Dapur MBG ini dibangun tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada warga dan perangkat desa, sehingga tidak ada informasi yang diberikan sebelumnya mengenai keberadaan dapur tersebut.

Karena letaknya berada di area permukiman, banyak warga khawatir bahwa pembangunan ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari mereka. Selain itu, ada juga kekhawatiran terkait limbah yang bisa dihasilkan dari operasional dapur tersebut. Hal ini memicu kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

Tanggapan dari Kepala Dusun

Kepala Dusun 1 Desa Sungai Ulak, Mustafa Kamal, menyampaikan bahwa pembangunan dapur MBG ini tidak melalui laporan resmi kepada perangkat desa. Ia menyatakan kekecewaannya terhadap proses pembangunan yang dilakukan tanpa koordinasi dengan pihak desa.

“Yang jelasnya, tidak ada yang melapor. Ngasih tau itu tidak pernah. Ini baru tau ini,” ujarnya pada Jumat (17/10).

Mustafa juga menegaskan bahwa jika ada koordinasi sejak awal, pihak desa bisa memberikan rekomendasi lokasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan aturan yang berlaku.

Tanggapan dari Kepala Desa

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Ulak, M Jais yang akrab disapa Bujuk, juga mengakui bahwa dirinya belum menerima laporan apa pun terkait pembangunan MBG ini. Meski demikian, ia menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku dan tetap memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

“Insya Allah, nanti akan kita cek lokasi,” katanya. “Kalau sesuai aturan, kenapa kita tidak mendukung? Tapi kalau tidak sesuai aturan, tidak mungkin dukung. Jika tidak sesuai, warga resah.”

Bujuk juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada warga yang melaporkan masalah terkait dapur tersebut. Namun, ia tetap waspada terhadap kemungkinan adanya gejolak di masa depan, seperti gangguan kebisingan atau ketidaksesuaian aturan.

Peran Yayasan Panji Bangun Negeri

Dapur MBG ini dikelola oleh Yayasan Panji Bangun Negeri. Di balik pembangunan ini, ada peran penting dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dapil Jambi, Elviana. Menurutnya, meskipun lokasi dapur berada di permukiman, tidak ada aturan khusus yang melarang pembangunan di area tersebut.

Elviana menjelaskan bahwa pihak yayasan berkomitmen untuk tidak mengganggu lingkungan sekitar. Selain itu, Yayasan Panji Bangun Negeri juga akan melibatkan masyarakat lokal dalam operasional dapur, khususnya melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sempat juga disinggung kenapa dibangun di permukiman. Tetapi tidak ada aturan khusus BGN (terkait lokasi). Yang penting tidak mengganggu lingkungan. Dan ini sangat strategis,” tambahnya.

Kesimpulan

Meski ada dukungan dari pihak tertentu, pembangunan Dapur Makan Bergizi Gratis di Desa Sungai Ulak masih menjadi topik perdebatan. Keberadaan dapur ini menimbulkan pertanyaan tentang kesesuaian lokasi, pengelolaan limbah, serta partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan. Diperlukan koordinasi yang lebih baik antara pihak pengelola dan pemerintah desa agar semua pihak merasa nyaman dan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *