Program 1 Polisi 1 Hektare Dorong Ketahanan Pangan, Polres Simalungun Panen Jagung 30 Rante

Program Ketahanan Pangan Berbasis Desa di Simalungun Mulai Menunjukkan Hasil

Program ketahanan pangan berbasis desa yang digelar oleh Polri mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satu contohnya adalah keberhasilan panen jagung hibrida seluas 30 rante (sekitar 4,8 hektare) di Nagori Pematang Kerasaan. Proyek ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mendukung program 100 hari kerja Presiden RI.

Peran Polsek Perdagangan dalam Mendukung Ketahanan Pangan

Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Perdagangan, IPTU Patar Banjarnahor, SH, MH, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan sebagai wujud nyata kehadiran Polri untuk masyarakat. “Alhamdulillah, program ketahanan pangan yang kami jalankan bersama BUMNAG Abadi Jaya sudah panen pada Senin, 2 Januari 2026,” ujar IPTU Patar dengan bangga.

Program ini berlandaskan instruksi dari Kapolri dan Kapolda Sumatera Utara. Dasar hukumnya adalah Surat Kapolri Nomor B/18415/X/BIN.1.2025/SSDM tanggal 2 November 2024 tentang pedoman teknis pelaksanaan program ketahanan pangan, serta Telegram Kapolda Sumut Nomor ST/951/X/KEP/2024 yang memerintahkan jajaran di Sumut untuk mendukung program 100 hari kerja Presiden.

Pelaksanaan Panen Jagung Hibrida

Panen jagung dilakukan pada Senin, 2 Januari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai di ladang milik Suandi Pandiangan. “Kami mulai pukul 08.30 WIB dengan melibatkan petani setempat dan didampingi oleh Bhabinkamtibmas kami, AIPTU Idris F Pasaribu,” kata Kapolsek menjelaskan pelaksanaan.

Suandi Pandiangan, petani pemilik lahan sekaligus Ketua BUMNAG Abadi Jaya Nagori Pematang Kerasaan, menjelaskan perjalanan penanaman hingga panen. “Kami tanam jagung hibrida jenis BISI 18 pada tanggal 11 Oktober 2025. Jadi waktu tanam sampai panen sekitar 2,5 bulan. Luas lahan yang kami garap 30 rante atau sekitar 4,8 hektar,” ungkap Suandi.

Skema Kerjasama dalam Program Ini

“Program ini bekerjasama dengan BUMNAG Nagori Pematang Kerasaan. Modal dan dukungan teknis dari BUMNAG, kami sebagai petani yang menggarap. Polsek Perdagangan menjadi fasilitator dan pendamping,” tambah Suandi menjelaskan skema kerjasama.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris F Pasaribu, yang terlibat sejak awal, menjelaskan peran polisi dalam ketahanan pangan. “Tugas kami bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga memastikan program-program pembangunan berjalan lancar. Dari tanam sampai panen, kami dampingi terus.”

Pendataan dan Persiapan Pasca Panen

AIPTU Idris juga menjelaskan detail pendataan. “Kami juga yang mengawal dari sisi administrasi, memastikan data petani lengkap. Pak Suandi dengan NIK 120823020470006 dan HP 0852-7375-0124 sudah kami data dengan baik, termasuk koordinat lokasi lahannya di titik 309958, 99, 29667, 66, 1m, 19 derajat,” tambahnya.

Hasil panen cukup memuaskan. “Sekarang kami sedang proses penjemuran dan penggilingan. Setelah kering dan bersih, kami akan koordinasi dengan Polsek Perdagangan untuk penjualan ke BULOG agar harganya stabil dan menguntungkan petani,” ungkap Suandi.

Strategi Pemasaran dan Koordinasi dengan BULOG

Kapolsek menegaskan bahwa koordinasi dengan BULOG sudah berjalan. “Kami sudah komunikasi dengan BULOG untuk penyerapan hasil panen. Ini penting agar petani mendapat harga yang layak dan tidak dimainkan tengkulak. Target kami, hasil panen ini akan diserap BULOG dengan harga yang menguntungkan petani.”

Visi Masa Depan dan Respons Positif Masyarakat

Program 1 Polisi 1 Ha ini merupakan pilot project di wilayah Polsek Perdagangan. “Kalau berhasil, akan kami replikasi di nagori-nagori lain. Target kami, setiap polsek punya minimal satu lokasi program ketahanan pangan,” ujar Kapolsek menjelaskan visi ke depan.

Bhabinkamtibmas AIPTU Idris menambahkan bahwa program ini mendapat respons positif dari masyarakat. “Masyarakat sangat antusias. Banyak petani lain yang bertanya dan ingin ikut program serupa. Mereka melihat bahwa polisi tidak hanya bisa menangkap penjahat, tapi juga bisa membantu meningkatkan kesejahteraan.”

Testimoni Petani dan Kesimpulan

Suandi Pandiangan sebagai petani pelaksana memberikan testimoni positif. “Dengan program ini, kami merasa didampingi dan tidak sendirian. Ada Polsek yang membantu, ada BUMNAG yang mendukung modal. Kami tinggal serius menggarap lahan. Hasilnya juga dijamin ada yang beli. Ini sangat membantu kami,” ungkap Suandi dengan penuh syukur.

Kapolsek Perdagangan menegaskan bahwa kegiatan panen berjalan dengan aman dan kondusif. “Tidak ada kendala sama sekali. Situasi aman, petani senang, hasil memuaskan. Ini adalah bukti bahwa program ketahanan pangan berbasis desa sangat efektif.”

Di akhir keterangannya, Kapolsek menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat. “Terima kasih kepada BUMNAG Abadi Jaya, Pak Suandi beserta petani, Bhabinkamtibmas kami AIPTU Idris, dan semua pihak yang mendukung. Program ini membuktikan bahwa Polri Promoter, Polri yang tidak hanya menjaga keamanan tapi juga mendorong kesejahteraan masyarakat.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *