Inovasi Mahasiswa Polman Bandung dalam Pengolahan Limbah
Tim mahasiswa dari Politeknik Manufaktur atau Polman Bandung menciptakan alat pencetak batako dari campuran limbah yang dapat digunakan dalam konstruksi. Alat ini dirancang agar mudah dioperasikan dan sesuai dengan kebutuhan pengrajin lokal. Dalam penjelasannya, perwakilan tim, Aileen Regina Maharani, menyampaikan bahwa mesin ini memiliki sistem penekanan tinggi karena menggunakan bahan baku berupa limbah.
Bahan baku utama untuk membuat batako adalah pasir, semen, limbah kaca, dan abu pembakaran. Menurut Aileen, campuran tersebut telah terbukti kuat dan layak digunakan sebagai bahan batako. Mesin yang dibuat oleh tujuh orang anggota tim ini memiliki ukuran 1,3 x 0,9 meter dan berat 48 kilogram. Hasil cetakan batako memiliki dimensi 30 x 15 x 7 sentimeter.
Alat pencetak batako ini dibuat selama tiga bulan di kampus sebagai bagian dari program kuliah kerja nyata (KKN) di Desa Lamajang Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, pada periode 27 Oktober hingga 7 November 2025. Berdasarkan hasil uji coba, alat ini diklaim mampu meningkatkan efisiensi produksi hingga 40 persen. Hal ini berarti masyarakat dapat memproduksi lebih banyak batako dengan usaha fisik yang lebih ringan dan hasil yang lebih konsisten.
Pengembangan Teknologi untuk Pengelolaan Sampah
Selain alat pencetak batako, dua tim mahasiswa Polman lainnya juga mengembangkan mesin insinerator sampah dan plastic-melter dalam program yang sama. Mesin insinerator memiliki berat hingga 700 kilogram dan struktur rangka yang bisa dibongkar pasang, sehingga memudahkan transportasi dan perawatan. Struktur utama mesin ini terbuat dari plat baja dengan lapisan tahan panas untuk mendukung proses pembakaran optimal pada suhu 700-800 derajat Celsius.
Dalam mesin insinerator, terdapat bagian bernama cyclone yang berfungsi sebagai sistem pemisah partikel padat. Selain itu, terdapat wet scrubber yang merupakan sistem filtrasi akhir menggunakan campuran cairan kimia berbasis Ca(OH). Sistem ini membantu mengurangi kadar polutan seperti karbon dan senyawa berbahaya lainnya dalam emisi gas buang.
Mesin Pelebur Plastik yang Efisien
Sementara itu, plastic-melter dirancang dari kombinasi plat baja dan elemen pemanas. Mesin ini memiliki ruang peleburan yang mampu menampung plastik seberat 3-5 kilogram per proses. Proses pelelehan dilakukan pada suhu antara 300–350 derajat Celsius hingga plastik menjadi cair merata. Tabung peleburan pada mesin ini dirancang agar bisa dilepas untuk memudahkan proses pembersihan dan perawatan. Bobot mesin ini berkisar antara 25-30 kilogram.
Inovasi-inovasi yang dihasilkan oleh mahasiswa Polman Bandung menunjukkan komitmen mereka dalam menghadapi tantangan lingkungan melalui teknologi yang ramah lingkungan dan efisien. Dengan penggunaan limbah sebagai bahan baku, mereka tidak hanya mengurangi dampak lingkungan, tetapi juga memberikan solusi praktis bagi masyarakat setempat.
Tinggalkan Balasan