Progres Jalan Tol Capai 80 Persen, Perjalanan Jogja-Semarang Jadi Satu Jam

Progres Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen yang Dinantikan Masyarakat

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya. Salah satu proyek yang sangat dinantikan masyarakat adalah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen. Proyek ini dikerjakan oleh PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB), yang terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan secara bertahap.

Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Bawen, AJ Dwi Winarsa, menjelaskan bahwa tol sepanjang 75,12 kilometer ini dibagi menjadi enam seksi, yaitu:

  • Seksi 1 Yogyakarta-Banyurejo
  • Seksi 2 Banyurejo-Borobudur
  • Seksi 3 Borobudur-Magelang
  • Seksi 4 Magelang-Temanggung
  • Seksi 5 Temanggung-Ambarawa
  • Seksi 6 Ambarawa-Bawen

Dari keenam seksi tersebut, Seksi 1 telah mencapai 83 persen, sedangkan Seksi 6 mencapai 74 persen. Kedua seksi ini ditargetkan selesai pada tahun depan. Untuk Seksi 1 di wilayah Yogyakarta, penyelesaian direncanakan pada tahun depan dengan target kemajuan hingga akhir 2025 sebesar 87 persen. Sementara itu, Seksi 6 dari Bawen ke Ambarawa juga ditargetkan selesai pada tahun depan dengan progres 83 persen. Kedua seksi ini akan mulai beroperasi pada tahun berikutnya.

Saat ini, pekerjaan utama di Seksi 1 mencakup timbunan sepanjang 4,4 kilometer serta pembangunan jembatan sepanjang 4,4 kilometer di atas Saluran Mataram, Yogyakarta. Di Seksi 6, fokus pekerjaan terletak pada timbunan di simpang susun Ambarawa, serta konstruksi jembatan dan pondasi pile slab sepanjang 1,8 kilometer.

Jalan Tol Yogyakarta-Bawen melintasi dua provinsi, dengan panjang 8,80 kilometer di Daerah Istimewa Yogyakarta dan 66,32 kilometer di Jawa Tengah. Proyek ini diharapkan menjadi jalur strategis yang mempermudah konektivitas antara Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).

“Setelah tol beroperasi penuh, waktu tempuh dari Yogyakarta ke Semarang maupun sebaliknya diperkirakan hanya sekitar satu jam. Tol ini bukan hanya mempersingkat perjalanan, tetapi juga menawarkan panorama pegunungan yang indah,” ujar Dwi.

Menurutnya, keberadaan jalan tol ini akan mempercepat konektivitas antar wilayah. “Dengan demikian diharapkan keberadaan jalan tol ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, dan tentunya bagi pengembangan ekonomi wilayah di sekitar jalan tol,” tambahnya.

Dwi juga menekankan bahwa tol akan mendorong mobilitas, mempercepat arus logistik, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan sekitarnya. “Harapannya manfaat proyek ini benar-benar bisa dirasakan masyarakat dan ikut memperkuat pengembangan ekonomi regional,” ujarnya.

Warga di sekitar trase proyek memberikan respons positif terhadap pembangunan tol ini. Setiyaji (63), warga Desa Tambak Selo, Kecamatan Ambarawa, menyampaikan bahwa masyarakat melihat proyek ini sebagai peluang bagi kemajuan daerah. “Mayoritas warga setuju, karena akan membantu perputaran ekonomi jadi lebih mudah. Harapannya, cepat selesai dan tidak terlalu mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya saat ditemui di tempat dagangnya.

Lilik Abidin (43), pengguna jalan rutin ke Magelang dan Yogyakarta, mengatakan jalan tol ini akan memangkas waktu tempuh perjalanan. “Biasanya kalau lewat jalur biasa butuh sekitar satu setengah jam. Kalau nanti ada tol, bisa hanya sekitar satu jam saja,” ujar Lilik.

Lilik juga menyebut bahwa tol akan menjadi solusi untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi, terutama saat kecelakaan di tanjakan. “Kalau sudah ada tol, perjalanan akan jauh lebih lancar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *