Proyek Infrastruktur di Purwakarta Terancam Tidak Dibayar, Ini Penyebabnya

Foto : Proyek Pembangunan Infrastruktur yang di sidak Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Purwakarta.

Forummusantaramews.com- Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Purwakarta kini menjadi perhatian serius Bupati dan Wakil Bupati.

Keduanya intensif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan, temuan di beberapa lokasi menimbulkan kekhawatiran mengenai kualitas pekerjaan yang berpotensi menyebabkan penundaan atau pembatalan pembayaran.

Kepala Daerah Purwakarta menunjukkan kekecewaan mereka secara terbuka, memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan temuan dan peringatan.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, melalui akun TikTok-nya (@omzein_bupatiaing), meluapkan kekecewaan setelah menyidak pekerjaan hotmix di Desa Selaawi.

Pekerjaan yang baru selesai tersebut dilaporkan sudah terkelupas. Om Zein kerap ia disapa secara tegas menyatakan bahwa pembayaran untuk pekerjaan tersebut tidak akan dilakukan kecuali kontraktor bersedia melakukan pekerjaan ulang.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Purwakarta, Abang Ijo Hapidin yang akrab disapa Bang Ijo, juga mengekspresikan kekecewaannya. Dalam video di akun TikTok pribadinya (@bangwabup_purwakarta), ia menyoroti proyek infrastruktur bernilai miliaran rupiah.

Abang Ijo menyoroti penggunaan material yang terlihat seperti dicampur dengan tanah pada salah satu proyek.

Sementara saat sidaknya di Kecamatan Maniis, Abang Ijo menemukan dugaan adanya ketidaksesuaian antara pekerjaan di lapangan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Pada proyek miliaran rupiah yang sama, ia juga menemukan adanya kejanggalan pada kedalaman pondasi.

Tujuan utama dari sidak yang dilakukan oleh kedua pimpinan daerah ini adalah untuk memastikan bahwa semua proyek memiliki kualitas yang baik.

Hal ini bertujuan agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat dan dapat dirasakan oleh masyarakat Purwakarta.

Ancaman untuk tidak membayar atau menunda pembayaran menjadi sanksi tegas yang diberikan oleh Bupati dan Wakil Bupati kepada penyedia jasa konstruksi yang terbukti melakukan pekerjaan di bawah standar atau menyimpang dari spesifikasi yang telah ditetapkan.

Hal ini menjadi peringatan keras bagi para kontraktor untuk segera memperbaiki kualitas pekerjaan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *