Ilustrasi Gambar
Blora :- Warga Blora sudah seharusnya bersyukur, karena sejak Arif Rohman memimpin Pemerintah Kabupaten Blora, kini semakin banyak perubahan.
Misal Pembangunan infrastruktur, seperti jalan, sarana dan prasarana pendidikan, serta dibidang sosial yang semakin meningkat pesat.
Sehingga kini Blora sudah mulai siap bersaing dengan daerah lainnya, terutama dengan daerah tetangga
Khususnya dibidang pembangunan jalan yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, sebagai sarana inti untuk memperlancar perputaran perekonomian di Blora
Pasalnya, diera sebelum Bupati Arif Rohman, pembangunan infrastruktur yang diidam idamkan oleh masyarakat selama bertahun tahun tidak pernah terwujud.
Namun sayangnya, niat Bupati Arif yang tulus adakalanya harus dinodai oleh segelintir oknum yang diduga lebih mengutamakan keuntungan pribadi, daripada kepentingan umum. Sehingga ada dugaan oknum oknum ini, memicu kerugian pemerintah dan nasyarakat.
Seperti pembangunan peningkatan jalan di seluruh Blora, diketahui ada dugaan tidak sesuai harapan sang Bupati sebagai pelaku kemaslahatan umat dan Masyarakat sebagai penerima manfaat.
Misal, dugaan Pelaksanaan
Proyek Pembangunan Peningkatan Jalan Rigid Bajo- Sugihwaras, Cabean Kecamatan Cepu dan Kedungtuban Blora, dengan nilai kontrak. Rp. 4.91225.000.00 ( Miliar ), Panjang 1.941.5 Kilo Mete.
Sebagai Pelaksana Penyedia Jasa CV.Kertas Sejati dan Konsultan Pengawas CV. Statikagista.
Dalam Pelaksanaan proyek tersebut, ada dugaan penyimpangan pada pengecoran jalan yang diduga, tidak sesuai Spesifikasi.
Dugaan tidak ditemukan stross besi sebagai penguat beton dan ketebalan lantai dasar yang seharusnya 5 centi, diduga tidak sampai 4 centi.
Dugaan ini telah disampaikan kepada Danang Adiamintara Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, sebagai penanggung jawab pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut.
Pada hari Senin, 20/10/2025, via telepon aplikasi whatsapp miliknya.
Danang pada saat itu, mengatakan bahwa dugaan kekurangan ketebalan lantai dasar akan ditambah nantinya.
Bahkan pada saat itu juga, Danang memberikan nomor Whatsapp yang menurut informasinya, nomor Whatsapp tersebut diduga milik anggota TNI aktif, berinisial M.
Tentu saja, apa maksudnya hanya Danang yang tahu.
Dari hasil pantauan, hingga proyek mencapai finishing, diduga tidak ada penambahan cor pada lantai dasar, seperti yang diucapkan Danang
Bahkan setelah dilakukan pengecekan ulang pada hasil pengecoran yang sudah mencapai finishing itu, jalan rigid beton ketebalannya diduga hanya 21 centi dan itu sudah termasuk lantai dasarnya.
Padahal setelah dianalisis Peningkatan Jalan Rigid yang berlokasi di Desa Cabean Kecamatan Cepu tersebut, ketebalan beton dari lantai dasar seharusnya 30 centi, mengingat jalan tersebut sering dilalui kendaraan bermuatan berat seperti truck mengangkut hasil panen pertanian.
Dan ini sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Tahun 2023 atau SNI 84572017.
Terkait ini telah disampaikan kepada Arif Rohman Bupati Blora, lewat Via Whatsapp miliknya.
“Coba saya cek ke dinas dulu mas
Ada fotonya mas?
Ada papan proyeknya?”Tulis Arif Rohman pada Chat Whatsapp miliknya,Sabtu, 07/11/2025.
Sementara konfirmasi kepada Huda PLT Dinas PUPR dan kepada Danang Kabid Bina Marga Dinas PUPR Blora, sampai berita ini diturunkan belum ada jawaban ****
Tinggalkan Balasan