Renungan Harian Katolik Suara Pagi
Bersama Pastor John Lewar SVD
Biara Soverdi St. Yosef Freinademetz
STM Nenuk Atambua Timor – NTT
Sabtu, 21 Juni 2025
Peringatan Wajib St. Aloisius Gonzaga
2Kor. 12:1-10; Mzm. 34:8-9,10-11,12-13; Mat. 6:24-34
Warna Liturgi Putih
Jangan Khawatir tentang Hidupmu
Sebagai manusia biasa, kita tentu tidak luput dari rasa kuatir, apalagi di tengah situasi seperti sekarang ini. Keadaan ekonomi keluarga tidak menentu, kebutuhan hidup makin meningkat, tapi penghasilan tidak berubah atau malah semakin berkurang dan parah.
Kita menjadi kuatir akan kelangsungan hidup kita, harga sembako melambung, kuatir tidak punya uang untuk makan, akan apa yang akan kita makan besok. Kuatir tidak bisa membayar uang sekolah anak, masa depan anak-anak, biaya pendidikan yang tidak murah.
Khawatir apakah anak-anak tidak terlibat dalam penggunaan obat-obatan terlarang, pergaulan bebas, dan sejuta kekhawatiran yang lain.
They who are of age and unmarried worry that their time will run out. Those who are married worry about their household’s future, their children, worry about not having offspring.
Orang yang berusia lanjut khawatir masa tuanya akan kurang diperhatikan oleh anak-anaknya. Orang yang sedang menderita sakit khawatir apakah mereka akan sembuh atau tidak. Bahkan orang yang sehat pun khawatir suatu saat nanti mereka akan sakit dan mati.
Dalam injil hari ini, Yesus memberitakan bahwa Allah menyelenggarakan kehidupan bagi umatNya. Allah jugalah yang menjadi penyelenggara hidup bagi semua ciptaan.
Jika Allah mengatur kehidupan untuk burung-burung dan teratai, bukankah Ia juga mengatur kehidupan untuk manusia?
Oleh karena itu, Yesus meminta para muridNya untuk tidak kuatir akan apa yang mereka makan dan minum, atau apa yang mereka pakai. Hidup seorang murid semestinya berorientasi pada apa yang menjadi kehendak Allah.
Panggilannya adalah untuk memenuhi kehendak Allah dan bukan memenuhi kebutuhan sendiri. Yesus menyebutnya sebagai mencari lebih dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya. Kadang-kadang kekuatiran kita tidak beralasan dan berlebihan sehingga membuat kita tidak bisa tidur bahkan sampai sakit. Perlukah kita kuatir?
Yesus bersabda “Siapakah di antara kalian yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?“ Apakah dengan kekuatiran hidup kita akan lebih baik? Tidak, bahkan dengan kuatir bisa menjadi pekerjaan yang kita lakukan tidak berhasil baik.
Orang yang kuatir tidak berkonsentrasi pada apa yang dikerjakan. Kita harus menerima kenyataan bahwa kita tidak pernah bebas dari persoalan hidup. Persoalan akan selalu ada untuk dihadapi dan diselesaikan dan bukannya membuat kita takut dan cemas berlebihan sampai kita sendiri tidak lagi mengandalkan kuasa Tuhan dalam hidup kita.
Kita malah menjauhi Allah dan menaruh perhatian pada harta kekayaan dan hidup kita sendiri. “Hidup” yang sesungguhnya tidak dibangun oleh rasa kuatir, tetapi oleh kepercayaan pada Allah yang mengerti dan tahu kebutuhan kita.
Kekuatiran tidak menambah lamanya hidup, hanya akan menghasilkan keraguan. Kenyataannya, banyak orang justru lebih kuatir akan banyak hal, daripada belajar percaya pada Allah. Jangan kuatir, karena Allah sungguh memelihara orang yang mencari Kerajaan Allah lebih dahulu.
Jadi berjuanglah memenuhi kewajiban sehari-hari, sambil percaya bahwa Bapa Surgawi tahu apa yang kita butuhkan. Jangan kuatir! Jangan cemas! Letakkan semua itu kepada Yesus dan berserah diri kepadaNya.
Doa: Ya Tuhan yang mahabaik, kami umat-Mu memohon agar kami memiliki keyakinan iman yang kuat untuk tetap menyerahkan seluruh hidup kami ke dalam penyelenggaraan kasihMu. Jauhkanlah kami dari rasa takut, cemas dan kuatir yang berlebihan.
Utuslah RohMu yang Kudus membimbing jalan hidup kami. Semoga kami tetap setia dan percaya kepadaMu… . Amin.
Sahabatku yang terkasih. Selamat Hari Sabtu. Salam doa dan berkatku untukmu dan keluarga di mana saja berada: Bapa dan Putera dan Roh Kudus… Amin
Pastor John Lewar SVD
Tinggalkan Balasan