HARIAN BOGOR RAYA –
Nama Reza Rahadian selama ini identik dengan peran-peran ikonik di depan kamera. Namun tahun ini, Reza menantang dirinya sendiri untuk duduk di belakang layar dan menyutradarai film panjang pertamanya bertajuk *Pangku*. Tayang tahun ini, film ini menjadi titik balik penting dalam karier sang aktor serba bisa.
Baru-baru ini, tim produksi
Pangku
merilis
pandangan pertama
resmi yang langsung menyedot perhatian. Cuplikan gambar menampilkan Claresta Taufan sebagai Sartika, seorang ibu muda yang menghadapi kerasnya hidup sambil mengasuh anak. Adegan-adegan yang ditampilkan menunjukkan kehangatan sekaligus kepedihan yang nyata—menggambarkan perjuangan perempuan biasa yang luar biasa.
Bersama Claresta, dua nama besar turut membintangi film ini: Christine Hakim sebagai Maya, sosok yang menjadi penopang moral Sartika, serta Fedi Nuril sebagai Hadi, pria dengan relasi emosional kuat yang terlihat lewat dialog intim di warung pinggir jalan kawasan Pantura. Reza tampaknya memilih pendekatan yang lembut, jujur, dan manusiawi dalam debutnya ini.
Pangku tidak hanya membicarakan hubungan keluarga atau perjuangan perempuan, tetapi juga menjadi karya sinema yang mendapat sorotan internasional. Film ini baru saja menerima Red Sea Fund for Post-Production dari Red Sea Film Foundation, dukungan penting dari festival film internasional ternama. Reza mengaku ingin menunjukkan sisi paling manusiawi dari karakter-karakternya.
”
“Melalui first look ini, kami ingin menyampaikan emosi paling jujur dari karakter-karakter utama. Semoga penonton bisa langsung merasakannya,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa proses pascaproduksi masih berlangsung, namun dukungan dari komunitas film sangat menguatkan timnya.
Produser, Arya Ibrahim, menyebutkan bahwa perjalanan
Pangku
semakin terbantu sejak diumumkan. Dukungan tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga berbagai forum internasional, seperti JAFF Future Project, HAF Goes to Cannes, hingga Far East Film Festival 2025 di Italia.
Film ini menjadi langkah besar bagi Reza Rahadian dalam kariernya sebagai sutradara. Ia bukan hanya membuktikan kemampuannya di balik layar, tetapi juga menyampaikan narasi yang menyentuh dari sisi masyarakat yang jarang mendapat sorotan.
Tinggalkan Balasan