Sumenep FN: Teknisi pelayanan RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep selaras penuturan Direktur, Ibu Hj. dr. Erliyati, M.Kes. saat jumpa sapa di tempat dirinya bertugas, Selasa (24 /6), kilah tutur sapanya jelas menerangkan bahwa, pelayanan di RSUD. sedang dirinya pimpin melayani pasien sangat maksimal, namun masih ada segelintir orang menyatakan kurang maksimal.
” Pelayanan itu SUBYEKTIF, kami berbuat terbaik bagi semua pasien, kami melayani dengan maksimal, masih saja ada yang bilang kurang maksimal. ” Jelas Ibu Direktur RSUD. dr. H. Moh. Anwar ringkas penuh makna.
” Pelayanan sangat asin masih bilang tawar, pelayanan maksimal masih bilang minimal, pelayanan baik masih bilang kurang. ” Sambung ungkapannya kembali terdengar ketika jurnalis media ini bercerita penanganan untuk pasien persalinan operasi dan non operasi, (pesalinan normal) .
Selama dipimpin Ibu Erli, sapaan akrabnya, penanganan pasien pesalinan operasi dan non operasi selalu tertangani dengan baik, tak ada masalah di bidang tersebut.
Rata rata bayi lahir dengan selamat dan ibunya juga, namun ketika mengingat prihal pelayanan diberbagai penanganan seluruh pasien sedang berobat di RSUD. dr. H. Moh. Anwar, mengungkap masih ada segelintir orang mengeluh kurang puas.
Ibu Erli berkali kali mohon maaf kepada jurnalis media ini, kalau mendengar keluhan dari masyarakat tentang pelayanan rumah sakit dirinya pimpin, dan diri wartawan tidak mengangguk sebab belum pernah mendengar kabar dari masyarakat, bahwa RSUD. dr. H. Moh. Anwar kurang bagus pelayanannya.
Sontak kemudian wartawan media ini menyoal sarana prasarana di masing masing ruang untuk pasien, terutama ruangan kamar pesalinan terkait cukup dan atau masih belum cukup memadai fasilitas menampung semua pasien yang kunjung untuk melahirkan di RSUD. dr. H. Moh. Anwar.
Maka dari hal tersebut Ibu Direktur RSUD. dr. H. Moh. Anwar bercerita panjang lebar tentang keberadaan rumah sakit yang dirinya pimpin.
Rumah sakit banyak kebutuhan harus terpenuhi, semisal; sarana, prasarana dan obat obatan, harus memadai pun hal tersebut membutuhkan banyak biaya.
” Rumah sakit itu BUD (Beyond Us Date..red) , maka tidak harus bergantung ke Pemkab. Sumenep.
APBD. Kab. Sumenep itu kecil, tidak bisa untuk mencukupi kekurangan di rumah sakit, maka otomatis kami harus berdiri di atas kaki sendiri.” Tutur bicara Ibu Direktur RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep bikin kejutan.
Tindakannya bersama stack holder menjadi realita, berkat ketelatenan serta skill dimiliki dirinya dan stack holder RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep untuk memenuhi segala fasilitasnya in and out (luar dan dalam) patut mendapat ajungan jempol dari berbagai kalangan masyarakat.
Ibu Erli dan stack holder RSUD. dr. H. Moh. Anwar Sumenep mampu menciptakan rumah sakit luar biasa dengan segala fasilitas dan obat obatan memadai. Maka dengan skill dan cekatan dimiliki diri dan stack holdernya, kedepan akan menggapai harapan, menjadi rumah sakit rujukan, menjilma sebagai sentral rumah sakit- rumah sakit sekitarnya. (SIM)
Tinggalkan Balasan