Persiapan Pemberangkatan Jemaah Umrah Langsung dari Aceh
Pemerintah Aceh sedang mempersiapkan secara matang pemberangkatan jemaah umrah langsung melalui Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang. Gubernur Aceh, Mualem, menargetkan penerbangan perdana dapat dilaksanakan pada Januari 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi yang dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan ibadah umrah dan sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah.
Pertemuan penting antara pendiri PT Serambi Aceh Makkah (SAM) Airlines, Muchlis Hasyim, dengan Ketua Kesatuan Antar Travel Umroh dan Haji Aceh (KATUHA), Mahfud Ahmad Makam, dilakukan dalam rangka membahas rencana pemberangkatan jemaah umrah langsung. Pertemuan tersebut berlangsung di Meuligoe Gubernur pada Sabtu, 22 November 2025. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Mualem menegaskan komitmennya untuk mendukung inisiatif ini sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah dan swasta.
Mualem yakin bahwa kerja sama antara Pemerintah Aceh dan SAM Airlines akan menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan Aceh di masa depan. Ia menjelaskan bahwa dalam tahap awal, SAM Airlines akan menggunakan sistem sewa pesawat, tetapi basis operasionalnya tetap berada di Aceh. Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi jemaah asal Aceh, tetapi juga bisa dimanfaatkan oleh jemaah dari seluruh Nusantara.
Letak geografis Aceh yang strategis menjadi salah satu alasan utama optimisme Mualem. Waktu tempuh dari Aceh ke Tanah Suci lebih singkat dibandingkan dari wilayah lain di Indonesia, sehingga menghasilkan efisiensi biaya. Menurutnya, penerbangan dari Aceh ke Jeddah hanya membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 6,5 jam. Hal ini membuat biaya operasional lebih rendah dan harga tiket tentu lebih murah. Faktor ekonomis ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi jemaah dari berbagai daerah di Indonesia untuk memilih berangkat umrah via Aceh.
Menanggapi target Gubernur Aceh untuk memulai operasional pada Januari 2026, Datin Seri Vie Shantie Khan dari PT SAM Airlines menyatakan kesiapan armadanya. Ia menjelaskan bahwa saat ini perusahaan telah mempersiapkan 3 hingga 10 pesawat untuk mendukung rencana tersebut.
Muchlis Hasyim, pendiri SAM Airlines, juga menegaskan keseriusannya dalam menjalankan proyek ini. Ia menyatakan bahwa pesawat sudah tersedia, dan saat ini sedang dalam proses pengajuan izin serta penentuan jumlah jemaah. Ia sangat mengapresiasi langkah Gubernur Aceh yang mempertemukan pihaknya dengan asosiasi travel untuk membahas teknis pemberangkatan.
Dengan dukungan tim yang solid dan kolaborasi dari berbagai pihak, SAM Airlines optimis bahwa operasional penerbangan dapat segera berjalan. Proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat besar baik bagi jemaah maupun perekonomian Aceh secara keseluruhan.
Tinggalkan Balasan