Siswa SDN Pamarican 2 Akan Direlokasi ke SDN Padek
Sekitar 234 siswa dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamarican 2, yang berada di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, akan direlokasi atau dipindahkan ke SDN Padek. Lokasi SDN Padek tidak jauh dari sekolah asal, sehingga memudahkan proses pemindahan para siswa.
Pemindahan ini dilakukan sambil menunggu rencana renovasi sekolah yang selama beberapa waktu terakhir sering terendam banjir. Selain itu, para siswa juga akan menghadapi ujian sekolah pada Desember 2025 mendatang. Oleh karena itu, mereka perlu dipindahkan ke tempat yang lebih layak agar aktivitas belajar tidak terganggu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menyampaikan bahwa dalam waktu dekat ini, para siswa SDN Pamarican 2 akan direlokasi ke SDN Padek. Hal ini dilakukan sambil menunggu proses pembangunan kembali sekolah tersebut.
“Para siswa harus direlokasi dulu. Makanya, dalam waktu sebulan ini kami akan melakukan relokasi sementara, sambil menunggu proses pembangunan. Kami sedang melakukan kajian internal untuk merelokasi, mulai dari titik relokasi, urgensi dan lain-lain,” katanya.
Menurutnya, kondisi sekolah saat ini tidak nyaman dan tidak aman. Setiap hujan melanda, genangan air bisa mencapai ketinggian 50 sampai 60 sentimeter. Hal ini sangat mengganggu aktivitas belajar siswa.
“Kondisi ini tidak nyaman, makanya harus direlokasi dulu. Desember itu mereka ujian dan harus dipindahkan ke tempat yang lebih layak, salah satunya di SDN Padek karena jaraknya lebih dekat, hanya sekitar satu kilometer,” ujarnya.
Selain itu, Nuri menyebutkan bahwa ada ancaman bahaya lain, yaitu adanya ular di sekitar sekolah. Hal ini membuat kondisi sekolah dinilai cukup membahayakan bagi para siswa.
“Tetap harus direlokasi. Karena sekolahnya ini banjir dan banyak ular. Tentu kondisi ini bahaya, kami harus segera bergerak cepat,” tuturnya.
Nantinya, dia menjelaskan, terdapat dua skema yang akan dilaksanakan apabila siswa SDN Pamarican 2 benar-benar direlokasi ke SDN Padek. Salah satunya adalah pengaturan jam sekolah agar tidak mengganggu siswa SDN Padek. Nanti akan diberlakukan jam pagi dan siang.
Sebelumnya, Dindikbud Kota Serang telah merencanakan untuk merenovasi dan membangun sebagian bangunan SDN Pamarican 2 yang menjadi wilayah langganan banjir. Anggaran untuk proyek ini telah disiapkan dalam APBD Murni 2026 mendatang sebesar Rp2 miliar.
“Jadi kami anggarkan Rp2 miliar pada APBD Murni 2026, karena kalau memaksanakan pakai BTT jangka waktunya tidak cukup, dan tidak boleh loncat tahun,” ujarnya.
Tinggalkan Balasan