Selalu Dinanti Setiap Siang, MBG di SMPN 25 Tangerang Tingkatkan Semangat Belajar Siswa

Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 25 Larangan

Di tengah terik matahari yang mulai menghangat, halaman Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 25 Larangan, Kota Tangerang, Banten, tampak ramai dengan kegiatan siswa. Di setiap ruang kelas, sebagian dari mereka sibuk belajar sementara yang lain sedang bercanda menunggu tiba waktu istirahat.

Tidak lama kemudian, suara bel istirahat pun terdengar. Koordinator kelas berbaris rapi untuk mengambil jatah makan siang bergizi gratis (MBG). Di antara mereka, Rozan Zaidan, seorang siswa kelas 9, terlihat ceria. Baginya, MBG bukan hanya sekadar makan siang, tetapi juga memberikan energi tambahan untuk menjaga kebugaran dan semangat belajar.

“MBG membuat saya lebih semangat,” kata Rozan kepada media.

Tidak jauh dari tempatnya, Adinda Nashumaharani, teman sekelas Rozan, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengaku tubuhnya terasa lebih bertenaga sejak program MBG hadir di sekolah. “Manfaatnya adalah saya jadi lebih bersemangat dan berenergi karena makanan disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi anak SMP,” ujarnya.

Adinda, yang memiliki cita-cita menjadi akuntan, percaya bahwa asupan gizi yang cukup sangat penting untuk mendukung prestasi belajarnya. Ia berharap program ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga terus dievaluasi agar lebih baik lagi. “Semoga bisa lebih baik dan berita-berita buruk yang pernah ada bisa dievaluasi,” tambahnya.

Sejak 19 Agustus lalu, seluruh siswa SMPN 25 Larangan—total 960 anak—telah mendapat manfaat dari program MBG. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Roma, menyatakan bahwa pelaksanaannya berjalan lancar tanpa kendala. “Alhamdulillah sampai sekarang tidak ada keluhan dari siswa maupun orang tua. Justru banyak yang merasa terbantu,” jelasnya.

Roma menambahkan bahwa sekitar 40 persen siswa di sekolah ini berasal dari keluarga menengah ke bawah. Kehadiran MBG menjadi penopang yang sangat berarti bagi mereka. “Anak-anak terbantu sekali. Pulangnya jam tiga, jadi dengan adanya MBG ini mereka bisa bertahan hingga sore hari,” katanya.

Perluasan Jangkauan Program MBG

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) berkomitmen memperluas jangkauan program MBG ke daerah-daerah lain. Tujuannya adalah agar siswa di berbagai wilayah dapat mengakses makanan sehat secara setara.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa kolaborasi dengan platform digital akan mempercepat distribusi makanan. Kemkomdigi siap menjadi penghubung antara platform digital dan ekosistem yang ada, sehingga sinergi ini bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kementerian Komdigi siap menjadi penghubung untuk mendorong sinergi antara platform digital dan ekosistem kami, sehingga program ini dapat menyasar daerah-daerah yang membutuhkan,” ujar Meutya.

Program MBG tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat. Dengan adanya program ini, diharapkan generasi muda Indonesia dapat tumbuh sehat dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *