Selamat Ginting Baca Perintah Jokowi: Proyek Gibran hingga Ganggu Partai Politik

Analisis Perintah Jokowi kepada Relawan untuk Mendukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Pengamat politik Selamat Ginting memberikan penjelasan terkait perintah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kepada relawannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka selama dua periode. Menurutnya, pernyataan tersebut memiliki makna yang beragam dan bisa dilihat dari berbagai konteks.

Selamat menyampaikan analisisnya melalui tayangan di YouTube Forum Keadilan TV, yang tayang pada Senin (22/9/2025). Ia menilai bahwa perintah Jokowi tidak hanya sekadar dukungan biasa, tetapi juga mengandung indikasi strategis dalam dunia politik Indonesia.

Konteks Perintah Jokowi

Sebelumnya, Jokowi telah memerintahkan kelompok relawannya untuk mendukung Prabowo-Gibran selama dua periode. Hal ini dilakukan setelah Jokowi meninggalkan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), partai yang membesarkannya. Meskipun demikian, Jokowi tetap memiliki basis dukungan kuat melalui kelompok-kelompok relawan seperti Projo (Pro Jokowi), Seknas Jokowi, hingga Bara JP (Barisan Relawan Jokowi Presiden).

Dalam wawancaranya, Jokowi menyampaikan bahwa ia sudah sejak awal memerintahkan seluruh relawannya untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua periode. Ini menunjukkan bahwa Jokowi memiliki peran penting dalam membentuk kebijakan dan arah pemerintahan.

Proyek Gibran sebagai Calon Presiden

Menurut Selamat, dengan Gibran menjadi Wakil Presiden selama dua periode, Jokowi secara tidak langsung memegang kekuasaan dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini memberi peluang bagi Gibran untuk memperluas pengaruhnya di masyarakat dan meningkatkan potensi dirinya menjadi calon presiden di masa depan.

Selamat melihat proyek dua periode Prabowo-Gibran sebagai langkah strategis untuk mempersiapkan Gibran menuju kursi RI 1. “Ini bukan hanya tentang dukungan politik biasa. Jokowi ingin mempertahankan pengaruhnya pasca-pemilu, dengan Gibran sebagai perpanjangan tangan,” ujarnya.

Jokowi Masih Berkuasa Melalui Gibran

Selamat juga menilai bahwa perintah Jokowi kepada relawan menunjukkan superioritas Jokowi dalam politik. Dengan menentukan Gibran sebagai Wakil Presiden, Jokowi tampaknya masih memiliki kendali atas jalannya pemerintahan.

“Kita bisa lihat bahwa Jokowi ingin menunjukkan bahwa Prabowo masih di bawah kendalinya. Ini adalah cara congkak Jokowi untuk menunjukkan bahwa ia masih berkuasa,” tambahnya.

Selain itu, perintah ini juga bisa diartikan sebagai upaya untuk mengunci posisi Gibran dalam pusaran kekuasaan jangka panjang, bukan hanya sebagai Wakil Presiden sementara. Ini menunjukkan bahwa Jokowi sedang bermain catur politik dengan tujuan jangka panjang.

Tekanan Politik terhadap Prabowo

Menurut Selamat, perintah Jokowi kepada relawan bisa dianggap sebagai tekanan politik terhadap Prabowo. “Ini adalah bentuk tekanan dari Jokowi kepada Prabowo,” katanya.

Selamat menilai bahwa Jokowi ingin memastikan bahwa Prabowo tetap berada di bawah pengaruhnya, terlepas dari kenyataan bahwa Prabowo adalah tokoh utama dalam pemerintahan.

Melecehkan Partai Politik

Di sisi lain, Selamat menilai bahwa perintah Jokowi juga melecehkan partai politik. Menurutnya, peserta Pemilu adalah partai politik, begitu pula dalam konteks Pilpres. Dengan menyodorkan Gibran sebagai Cawapres pendamping Prabowo pada 2029, Jokowi dinilai tidak mengindahkan partai-partai yang juga memiliki kepentingan mengincar kursi RI 2.

“Partai politik sedang dilecehkan oleh Jokowi karena jika dia terlalu dominan, maka koalisi pendukung Prabowo akan terganggu,” jelas Selamat.

Ia menambahkan bahwa Jokowi seolah-olah menyepelekan tokoh-tokoh besar di partai-partai besar, yang bisa saja menjadi alternatif pendamping Prabowo. Hal ini bisa merusak kohesi antara partai dan koalisi yang ada.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *