Prestasi SMAN 2 Jayapura di Lomba Cerdas Cermat Nasional
SMA Negeri 2 Jayapura terus menunjukkan prestasi luar biasa dalam berbagai bidang pendidikan. Salah satu buktinya adalah keberhasilan sekolah ini mewakili Provinsi Papua dalam kompetisi nasional, khususnya dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2025 yang akan digelar di Jakarta.
Kepala Sekolah SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanai, S.Pd., M.Si, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sepuluh siswa dari sekolah tersebut sedang berada di Jakarta untuk mengikuti lomba tersebut. Mereka menjadi utusan resmi dari Papua dalam ajang bergengsi ini.
Seleksi untuk LCC Empat Pilar dimulai sejak Juli 2025, dengan babak final tingkat kabupaten/kota dilaksanakan pada 12 Juli 2025. Final tingkat provinsi sendiri digelar di salah satu hotel di Jayapura, dengan tiga juri yang hadir. Juri tersebut berasal dari Universitas Cenderawasih, perwakilan MPR RI, dan seorang akademisi lainnya. Dalam babak final, SMAN 2 Jayapura berhasil mengalahkan SMA Negeri 1 Sentani dan SMA Kristen Kalam Kudus, sehingga memperoleh gelar juara dengan poin tertinggi se-Indonesia.
Keberangkatan para peserta disambut oleh guru dan orang tua mereka. Selain sepuluh siswa, seorang alumni bernama George Panjaitan, yang juga merupakan peserta pertama LCC Empat Pilar dari SMAN 2 Jayapura, turut serta mendampingi. Pihak sekolah memberikan penghargaan khusus kepada George atas dedikasinya membimbing adik-adiknya hingga mencapai tingkat nasional.
Lea Ansanai menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan intensif telah dilakukan sebelum keberangkatan. Para siswa diberikan waktu khusus untuk latihan selama seminggu penuh. Mereka mengikuti dua jam pelajaran setiap pagi, diikuti langsung dengan bimbingan intensif. “Anak-anak ini luar biasa. Kami sangat yakin dengan kemampuan mereka,” ujarnya.
Meski tidak ada dukungan yang lebih besar dari pemerintah provinsi, semangat siswa tidak pernah surut. Lea menegaskan bahwa target utama sekolah adalah meraih juara. Target tinggi ini menjadi motivasi bagi siswa untuk terus berjuang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua dan alumni yang telah mendukung keberangkatan siswa. Lea telah menghubungi alumni SMAN 2 Jayapura yang berada di Jakarta agar dapat memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.
Ini bukan kali pertama SMAN 2 Jayapura mewakili Papua dalam LCC Empat Pilar. Kompetisi ini menekankan pemahaman siswa tentang PPKn, sejarah, sosiologi, dan dasar hukum. Lea menjelaskan bahwa siswa memiliki daya ingat yang kuat dan kemampuan analisis yang tepat. Dalam grand final antar kabupaten/kota, mereka mampu menjelaskan materi lengkap dengan dasar hukum pasal demi pasal. Kemampuan ini tidak didapatkan secara instan, melainkan hasil dari latihan dan pembelajaran yang terus-menerus.
Sebagian besar peserta berasal dari OSIS dan aktif dalam berbagai lomba, sehingga terbiasa dengan kompetisi. Guru-guru PPKn menggunakan metode pembelajaran seperti permainan peran untuk melatih pemahaman aturan hukum dan penyelesaian kasus. Dengan persiapan yang matang, SMAN 2 Jayapura siap bersaing di tingkat nasional dan menunjukkan prestasi terbaiknya.
Tinggalkan Balasan