Penetapan Tersangka Sopir Mobil MBG yang Menabrak Siswa SDN Kalibaru 01
Seorang sopir mobil program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menabrak siswa dan guru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, telah ditetapkan sebagai tersangka. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (11/12/2025), saat para siswa sedang menjalani kegiatan literasi pagi. Mobil minivan putih dengan plat nomor B 2083 UIU dan stiker Badan Gizi Nasional (BGN) masuk ke lapangan sekolah sekitar pukul 06.39 WIB, menyebabkan puluhan korban luka.
Setelah peristiwa tersebut, Adi Irawan alias AI (34), yang merupakan pengemudi mobil tersebut, langsung diamankan oleh pihak kepolisian. Kini, ia telah resmi menjadi tersangka dalam kasus ini. Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Erick Frendriz, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidikan dan gelar perkara dilakukan oleh polisi.
Alasan Penetapan Tersangka
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Adi Irawan tidak layak mengemudikan kendaraan saat kejadian berlangsung. Dalam kondisi tidak siap, ia memilih untuk berkendara meskipun waktu istirahatnya sangat singkat. Sebelum kejadian, Adi Irawan sempat begadang sejak Rabu (10/12/2025) malam dan baru bisa tidur pada Kamis dinihari sekitar pukul 4.00 WIB. Ia kemudian berangkat ke Sekolah Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sekitar pukul 5.30 WIB, sehingga waktu istirahatnya hanya sekitar satu jam 30 menit.
Menurut Kapolres, hal ini membuat Adi Irawan dalam kondisi tidak layak mengemudikan kendaraan. Oleh karena itu, ia dijerat dengan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan luka berat. Adi kini ditahan di Mapolres Metro Jakarta Utara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Profil Sopir Pengganti
Sosok Adi Irawan ternyata bukanlah sopir tetap dari unit MBG. Ia adalah sopir pengganti yang diminta untuk mengemudikan kendaraan saat sopir utama tidak dapat bertugas. Informasi ini disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jakarta Utara, Sahrul Gunawan Siregar. Ia menjelaskan bahwa mobil tersebut di bawah naungan Yayasan Darul Esti.
Sopir pengganti biasanya digunakan ketika sopir utama tidak bisa bekerja karena alasan tertentu seperti sakit atau kebutuhan mendesak. Meski demikian, proses perekrutan dan pengawasan terhadap mereka harus tetap dilakukan dengan ketat agar tidak terjadi insiden serupa.
Peran Gubernur DKI Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga memberikan pernyataan terkait kejadian ini. Ia menyebutkan bahwa mobil MBG yang menabrak siswa tersebut sebenarnya rutin mengantar makanan ke sekolah-sekolah. Namun, hari itu pengemudinya bukan orang yang biasa bertugas. Hal ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengelolaan kendaraan dan pengemudi yang perlu diperbaiki.
Suasana Pasca-Insiden
Kejadian ini menimbulkan reaksi keras dari warga sekitar. Sopir mobil tersebut nyaris diamuk massa sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, membenarkan bahwa sopir sudah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan di Mapolsek Cilincing.
Kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang di halaman sekolah sementara para korban sudah dibawa ke rumah sakit. Mobil yang terlibat dalam kecelakaan tersebut tampak rusak parah, dengan bagian depan yang penyok dan terbuka.
Kronologi Kejadian
Seorang saksi mata, Ahmad Rifai (30), menceritakan kejadian tersebut. Menurutnya, mobil MBG melaju kencang di tanjakan pintu masuk sekolah dan menabrak gerbang lebih dulu. Setelah itu, mobil terus melaju masuk ke halaman sekolah, di mana banyak siswa sedang menjalani kegiatan literasi. Akibatnya, puluhan anak-anak menjadi korban luka.
Rifai mengatakan bahwa dirinya membantu empat anak yang terluka, salah satunya dalam kondisi parah. Ia juga menyebutkan bahwa situasi di lokasi kejadian sangat mencekam, dengan suara teriakan dan kerumunan warga yang marah.
Kesimpulan
Peristiwa kecelakaan mobil MBG yang menabrak siswa SDN Kalibaru 01 menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap pengemudi dan prosedur operasional kendaraan. Selain itu, sistem pengadaan dan perekrutan sopir pengganti perlu diperketat agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan. Kepolisian dan instansi terkait harus segera melakukan evaluasi dan tindakan preventif untuk memastikan keselamatan masyarakat.
Tinggalkan Balasan