forumnusantaranews.com, KARAWANG —
Pemerintah Kabupaten Karawang memastikan tidak ada jual beli kursi pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2025 tingkat SD dan SMP.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengingatkan dan mengimbau kepada para Kepala Sekolah SD dan SMP yang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk tidak main-main apalagi melakukan praktik jual beli kursi dalam penerimaan siswa baru.
“Jangan main-main, tidak ada praktik jual beli kursi dalam proses SPMB di Karawang,” kata Aep pada Jumat (27/6/2025).
Aep juga menyampaikan, ketika kuota beberapa kategori tidak terpenuhi agar memberikan kuotanya untuk masyarakat tidak mampu.
Sehingga anak-anak yang tidak mampu tersebut memiliki kesempatan yang sama dalam menikmati pendidikan.
“Nanti dinas bisa melihat dan turun koordinasi dengan desa setempat sekitar sekolah untuk akomodir warga tak mampu jika ada kategori tidak terpenuhi kuotanya,” imbuhnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) memastikan SPMB tahun 2025 di Kabupaten Karawang berjalan lancar.
Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikpora Karawang, Mulyana Surya Atmaja menyampaikan, SPMB sejauh ini berjalan lancar sesuai tahapan.
Mereka bekerja sama dengan Diskominfo untuk memastikan data secara real-time dan sistem terus diuji coba agar aman dari peretasan atau gangguan lainnya.
“Saya sudah mengantisipasi agar tidak terjadi kendala internet, bekerja sama dengan Diskominfo, servernya disimpan di Diskominfo, bekerja sama dengan programer, membuat coding-coding, sudah selesai 6 bulan sebelum hari-H,” jelasnya.
Adapun jadwal dan kuota SPMB SD-SMP di tahun 2025 ini, untuk jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN), Musa menyebutkan terdapat tiga jalur penerimaan, yaitu domisili (70 persen), afirmasi (25 persen), dan mutasi (5 persen).
Pendaftaran SD dibuka mulai 3 Juli hingga 10 Juli 2025 pukul 14.00 WIB. Hasil seleksi diumumkan pada hari yang sama pukul 16.00 WIB. Setiap rombongan belajar akan diisi 28 hingga 40 siswa.
Sementara itu, untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), terdapat empat jalur penerimaan: domisili (50 persen), afirmasi (20 persen), prestasi (25 persen), dan mutasi (5 persen).
Pendaftaran SMP dimulai tanggal 23 Juni hingga 2 Juli 2025 pukul 14.00 WIB, dan pengumuman seleksi pada pukul 16.00 WIB. Jumlah siswa per rombel di SMP berkisar antara 32 hingga 45 orang.
Tinggalkan Balasan