Sumenep FN: Tertuang pada (26/1) di depan Bank Mandiri Sumenep dalam demontrasi damai Himpunan Mahasiswa Kepulauan Sapeken Sumenep (Himpass) tidak terima atas dugaan KASUS penahanan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau Program Keluarga Harapan (PKH) dari pihak agen Bank Mandiri Cabang Sumenep, karena tersebut dapat merugikan pada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Kian mahasiswa asal kepulauan Sapeken memadati di depan Bank Mandiri Sumenep dan berani bersuara atas KASUS menimpa masyarakat Desa Saur Saebus, Kec. Sapeken, Kab. Sumenep, karena sekira puluhan warga penerima PKH. tidak menerima secara langsung karena kartu ditahan oleh agen Bank Mandiri.
Di sisi lain terdapat dugaan Pungutan Liar (Pungli), masing masing KPM. ditekan olehnya sekitar Rp. 50.000 perorang dengan alasan biaya administrasi pun masyarakat penerima terintimidasi berupa tekanan dan ancaman ” tidak akan menerima bantuan lagi pabila mengambil kartu PKH. secara mandiri ke pihak agen bank Mandiri Sumenep”.
Praktik tersebut, -tegas dinyatakan oleh Azer Ilham selaku ketua Himpass,-sangat melanggar Aturan Menteri Sosial Republik Indonesia, No. 1, Tahun 2018, tentang PKH.
Dari prihal tersebut wartawan forumnusantaranews.com sigap bertindak di tengah tengah semarak demontrasi , beranjak dari tempat dan membuka door bank Mandiri untuk menjumpai direktur bank.
Sesampai di dalam ruangan bank, tak langsung menjumpai pimpinan bank, karena dirinya ada di tengah demontrasi bersama aparat Kepolisian Sumenep menjawab persoalan para pendemontrasi tersebut.
Selang 15 menit kemudian dirinya masuk ke dalam ruangan bank Mandiri Sumenep, sigap wartawan forumnusantaranews.com menjumpainya dan bertanya benar dan atau tidak problema itu terjadi.
Satukali ditanyanya dirinya mengelak.
Duakali disoalnya, dirinya bilang takut kepada Pimpinan Pusat Bank Mandiri.
Ketigakali dipancingnnya demi untuk kemajuan dan menjaga nama baik Bank Mandiri kedepan, malah dirinya menjawab, ” Bapak baru dapat jawaban setelah Bapak mengajukan surat usulan ke Bank Mandiri Sumenep.”
Keempat setelah diiakan oleh pihak wartawan malah minta tempo dengan suara dan wajah agak takut.
Dengan demikian perlu ada penelusuran dari pihak berwenang untuk mengkroscek detail KASUS tersebut, terutama dari Dinas Sosial P3A. Kab. Sumenep sebagai pemandu PKH. (SIM)
Tinggalkan Balasan