Tatap Pemilu 2029, PKB Tulungagung Panaskan Mesin Politik dan Bidik 11 Kursi DPRD

Ketua DPC PKB Tulungagung, Abdullah Ali Munib Saat Memberikan Sambutan 

ForumNusantaraNews.TULUNGAGUNG – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tulungagung resmi memulai agenda pemanasan mesin politik menuju Pemilu 2029.

Langkah awal ini ditandai dengan menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 19 kecamatan yang terpusat di GOR Sari Bumi Boro, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (9/8/2026).

Konsolidasi tingkat kecamatan yang terbagi dalam enam daerah pemilihan (dapil) ini digelar bukan sekadar agenda rutin pencarian ketua PAC baru.

Lebih dari itu, forum ini difokuskan untuk mengesahkan, menyempurnakan struktur kepengurusan, melakukan evaluasi kinerja internal, serta merumuskan strategi jangka panjang partai.

Ketua DPC PKB Tulungagung, Abdullah Ali Munib, menegaskan bahwa penguatan struktur hingga tingkat akar rumput merupakan kunci penting agar mesin partai bergerak nyata, bukan sekadar gagah di atas kertas.

“Evaluasi kepengurusan sebelumnya kita jadikan bahan perbaikan agar organisasi lebih percaya diri dan solid. Target perolehan suara tidak mungkin dikejar secara mendadak menjelang hari pencoblosan, melainkan lewat konsolidasi yang matang sejak jauh hari,” ujar Ali Munib.

Dalam kontestasi politik tiga tahun mendatang, PKB Tulungagung memasang target meraih minimal 11 kursi di DPRD Kabupaten Tulungagung. Angka ini naik dua kursi dari capaian saat ini yang berjumlah sembilan kursi.

Target penambahan dua kursi tersebut merupakan turunan dari agenda nasional “pelipatgandaan kemenangan” yang diinstruksikan oleh DPP serta DPW PKB Jawa Timur.

“PKB mewajibkan seluruh pengurus di tingkat kecamatan, desa, hingga ranting menjadi ujung tombak yang aktif menyerap aspirasi warga,” ucapnya.

Munib menjelaskan, selain pemetaan elektoral, PKB Tulungagung juga memberi perhatian mendalam pada aspek inklusivitas pengurus.

Pertama adalah keterwakilan perempuan, yakni kuota minimal 30 persen perempuan dalam kepengurusan struktur telah terpenuhi secara menyeluruh.

Kedua kader muda usia maksimal 35 Tahun, yakni target 35 persen kepengurusan dari kalangan muda yang dipatok DPW PKB Jatim masih terus dikejar.

“Regenerasi telah nampak di beberapa wilayah, seperti PAC Kecamatan Sumbergempol yang kini dinahkodai kader berusia 30 tahun,” jelasnya.

Munib menegaskan, bagi kader muda yang belum menduduki posisi ketua, partai tetap membuka ruang luas di dalam struktur sebagai wadah pembelajaran dan penggemblengan kepemimpinan sebelum memegang tanggung jawab lebih besar.

Menurutnya, Musancab serentak ini menjadi pijakan awal bagi PKB Tulungagung. Setelah pembentukan struktur di tingkat kecamatan selesai, konsolidasi berjenjang akan dilanjutkan hingga tingkat ranting (desa) demi memastikan seluruh elemen partai bergerak serentak menuju Pemilu 2029.**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *