Tenaga Kerja Proyek SMP 4 Protes,Minta Pihak Sekolah Segera Keluarkan Hak Kami

ForumNusantaranews.com LAMPUNG UTARA- Seorang kepala tukang,Anton, dan beberapa pekerja lainnya melakukan datang ke Gedung Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ingin bertemu dengan Ketua DPRD Kotabumi, Lampung Utara, karena upah mereka tidak dibayarkan oleh pihak sekolah SMP 4 Abung Selatan. Mereka telah bekerja pada proyek pembangunan ruang UKS, ruang kelas baru, toilet, dan laboratorium, namun belum menerima upah yang seharusnya,apa yg menjadi hak.31/12/2025

Pekerjaan proyek SMP 4 Abung Selatan kini sudah selesai sekitar sebulan yang lalu,tapi upah tenaga kerja masih belum dibayarkan. Anton dan para pekerja lainnya sangat berharap agar pihak sekolah segera membayarkan hak mereka.Mereka sudah bekerja keras dan menunggu gajinya, tapi masih belum ada kejelasan.ucap”Anton kepada awak media.

“Anton menyatakan bahwa mereka telah mencoba mempertanyakan kepada pihak sekolah dan konsultan, namun tidak ada tanggapan yang memuaskan. Pihak sekolah meminta mereka untuk menyelesaikan pekerjaan pemasangan paralon air terlebih dahulu, namun Anton menolak karena pekerjaan tersebut tidak termasuk dalam RAB (Rencana Anggaran Biaya).

Rizal, sebagai pemborong pekerjaan proyek pembangunan melalui APBD tahun anggaran 2025 di SMP 4 Abung Selatan,yang berdomisili di Warung Pojok, belum juga membayarkan upah tenaga kerja yang telah bekerja pada proyek tersebut.

Indira, konsultan proyek, mencoba mengelak dan mengatakan bahwa dia tidak pernah mengatakan bahwa pekerjaan pemasangan paralon air harus diselesaikan terlebih dahulu. Setelah situasi menjadi panas, konsultan pun memilih untuk lepas tangan dan tidak ingin terlibat lebih lanjut dalam masalah ini.

Berharap,agar pihak sekolah segera membayarkan upah mereka, karena mereka sangat membutuhkan uang tersebut. Mereka telah bekerja keras dan tidak ingin uang mereka tidak dibayarkan.

“Atas Kekecewaan dan di duga,merasa tidak adil karena upah mereka tidak dibayarkan oleh pihak sekolah. Dia meminta agar pihak sekolah segera membayarkan uang hasil keringat mereka, jika tidak, dia akan mencari jalan keluar lainnya untuk mendapatkan hak mereka.

Pekerja lainnya. meminta dengan sangat kepada kepala sekolah dan konsultan untuk segera membayarkan tunggakan gaji mereka, yang berjumlah sekitar Rp 6.000.000. Mereka berharap agar pihak sekolah dapat memahami kesulitan mereka dan membayarkan upah mereka yang telah mereka kerjakan dengan susah payah.

Leni, Kepala sekolah SMP 4 Abung Selatan, selalu menjawab pertanyaan tentang sisa uang tenaga kerja dengan alasan bahwa pekerjaan pemasangan paralon air harus diselesaikan dan dipendam terlebih dahulu sebelum upah mereka dibayarkan.(Apri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *