Terra Drone, Perusahaan Jepang, Diperiksa Polisi

Identitas Perusahaan dan Pemimpin Terra Drone Terungkap

Polisi telah mengonfirmasi bahwa Terra Drone, perusahaan yang kantornya terbakar di kawasan Cempaka Baru, Jakarta Pusat, hingga menewaskan 22 orang, merupakan perusahaan asal Jepang. Meski begitu, pimpinan operasional Terra Drone di kantor Jakarta Pusat ternyata adalah warga negara Indonesia.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Saputra menjelaskan bahwa identitas pemimpin perusahaan sudah dikantongi penyidik. Namun posisinya tengah ditelusuri untuk segera dimintai keterangan. “Perusahaannya perusahaan Jepang. Kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan orang Jepang. Identitasnya sudah kita ketahui, dan sedang kita pastikan posisinya untuk pemeriksaan,” ujar Roby kepada wartawan.

Lebih lanjut, Roby menegaskan bahwa Terra Drone merupakan perusahaan teknologi yang bergerak di bidang pesawat nirawak (drone). Kantor yang terbakar tersebut bukan pabrik, melainkan tempat perbaikan dan kantor operasional. “Benar itu perusahaan drone. Di sana tidak produksi, tapi servis dan kantor. Servisnya memang di lokasi tersebut,” jelasnya.

Penyidikan Berfokus pada Unsur Kelalaian

Penyidikan kini bergerak pada pendalaman unsur kelalaian yang mungkin menyebabkan kebakaran fatal itu. Selain itu, polisi juga memeriksa kelengkapan izin operasional bangunan. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan melibatkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri.

“Tim Labfor sudah hadir dan melakukan olah TKP untuk menemukan penyebab kebakaran,” kata Susatyo. Hasil pemeriksaan sementara dari para saksi menyebut bahwa kobaran api dipicu oleh baterai drone yang terbakar. Namun keterangan ini belum final dan masih menunggu analisis lengkap dari Labfor Polri.

“Sementara memang dari baterai drone yang terbakar. Namun untuk penyebab pastinya, tim Labfor masih bekerja. Kita menunggu hasil pastinya,” jelasnya.

Korban Tewas dan Dampak Kebakaran

Kebakaran dilaporkan warga pada pukul 12.43 WIB. Dari peristiwa ini, total 22 orang meninggal dunia, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki. Jumlah tersebut menjadikan insiden ini sebagai salah satu kebakaran paling mematikan di Jakarta dalam beberapa tahun terakhir.

Beberapa poin penting terkait kebakaran ini antara lain:

  • Identitas perusahaan: Terra Drone adalah perusahaan asal Jepang.
  • Pemimpin operasional: Pemimpin perusahaan di Jakarta Pusat adalah warga negara Indonesia.
  • Fungsi kantor: Kantor tersebut bukan pabrik, melainkan tempat perbaikan dan kantor operasional.
  • Penyebab sementara: Kobaran api diduga berasal dari baterai drone yang terbakar.
  • Jumlah korban: Total korban tewas mencapai 22 orang, termasuk 15 perempuan dan 7 laki-laki.
  • Tindakan penyidik: Polisi sedang mendalami unsur kelalaian dan memeriksa izin operasional bangunan.

Proses penyidikan dan pemeriksaan terus berlangsung guna menemukan penyebab pasti dari kebakaran tersebut. Hasil akhir dari analisis Labfor akan menjadi dasar penentuan tanggung jawab dan langkah-langkah pencegahan di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *