Komunikasi yang Lebih Erat antara Pemerintah dan Bank Indonesia
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono, mengungkapkan rencananya untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) setelah resmi terpilih sebagai deputi gubernur BI. Peran baru ini dianggap penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Proses Pemilihan dan Persiapan Tugas Baru
Sebelumnya, Tommy telah disetujui oleh DPR sebagai deputi gubernur BI melalui rapat paripurna. Sebelumnya, dia juga melewati uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test oleh Komisi XI DPR. Proses ini menunjukkan bahwa ia memiliki kualifikasi yang memadai untuk posisi tersebut.
Menurut Tommy, nilai tambah yang akan dibawanya ke BI tidak jauh berbeda dengan saat ia menjabat sebagai Wamenkeu pertama kali di bawah Presiden Joko Widodo sejak Juli 2024. Saat itu, ia bertugas mengawal transisi kebijakan fiskal pemerintahan Prabowo Subianto ketika masih berstatus presiden terpilih.
Menjaga Independensi Bank Indonesia
Meskipun akan lebih banyak berkomunikasi dengan BI, Tommy memastikan bahwa hal ini tidak akan mengurangi independensi bank sentral. Ia menekankan bahwa BI bergerak berdasarkan undang-undang yang sudah ditetapkan, sehingga tidak bisa berubah hanya karena adanya perubahan kepemimpinan.
“BI itu bergerak di bawah undang-undangnya sendiri. Kalau kita percaya bahwa undang-undang itu ada, itu enggak bisa serta-merta tiba-tiba berubah gara-gara seorang seperti saya masuk,” ujarnya kepada wartawan di kantor Kemenkeu, Jakarta.
Tommy juga menyebut bahwa tugasnya di Kemenkeu lebih horizontal, yaitu menjaga hubungan dengan kementerian/lembaga lain. Ia juga memainkan peran untuk memastikan pemikiran dan visi-misi Presiden selaras dengan kebijakan fiskal kementerian.
Tanggung Jawab dan Rambu-Rambu yang Jelas
Menurut keponakan Presiden Prabowo Subianto itu, ia akan tetap mempertahankan independensi BI seperti saat memimpin Kemenkeu. Meski demikian, ia menegaskan bahwa independensi kelembagaan Kemenkeu tidak sebanding dengan bank sentral, yang diatur langsung di dalam undang-undang.
“Apa yang saya lakukan di Kemenkeu selama ini itu sama nanti di Bank Indonesia, tetapi malah dengan rambu-rambu yang sangat clear. Bahwa ada keputusan kolektif-kolegial dan sebagainya dan seterusnya. Jadi itu,” paparnya.
Pelantikan dan Penggantian Jabatan
Tommy akan dilantik oleh Mahkamah Agung (MA). Putra dari mantan Gubernur BI Sudrajad Djiwandono ini akan menggantikan Juda Agung yang mengundurkan diri dari posisi deputi gubernur. Ini menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran operasional BI di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimilikinya, Tommy diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas moneter dan kebijakan fiskal yang saling mendukung.
Tinggalkan Balasan