forumnusantaranews.com
– Mengunjungi Kabupaten Magelang, Jawa Tengah akan kurang lengkap jika tidak mencicipi wisata kulinerannya.
Salah satu restoran yang menarik untuk dikunjungi berada di Kecamatan Mungkid berikut ini.
Ditinjau dari Google Maps, jaraknya sekitar 62,2 kilometer atau sekira 1 jam 31 menit jika ditempuh dari Klaten.
Ya, itulah Puunee Wild River. Lokasinya berada di Sikepan, Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Puunee Wild River menawarkan restoran sekaligus
penginapan
yang nyaman dan indah.
Untuk restoran, pengunjung akan diajak menikmati pengalaman makan ditemani gemericik air sungai yang menenangkan.
Suasana di Puunee Wild River juga sangat asri dan sejuk.
No wonder this restaurant is suitable to be made a place to unwind.
Jam operasional Puunee Wild River adalah Senin – Jumat pukul 10.00 – 18.00 WIB dan Sabtu – Minggu 10.00 – 19.00 WIB.
Menu yang ditawarkan juga banyak dan beragam.
Mulai dari camilan, minuman, hingga makanan utama.
Selain bisa menyantap hidangan lezat, pengunjung juga bisa mencoba spot foto yang menarik.
Hanya 30 Menit dari Stasiun Klaten, Ternyata Ada Tempat Makan Seindah Ini, Bisa Sambil Main Air
Kabupaten Klaten memang seolah tak pernah berhenti menawarkan wisata yang menarik.
Kali ini ada sebuah tempat makan di daerah Polanharjo yang unik. Pasalnya, pengunjung bisa menyantap makanan sambil bermain air.
Ditinjau dari Google Maps, jaraknya sekitar 16,9 kilometer atau sekira 34 menit perjalanan dari Stasiun Klaten.
Ya, itulah Ketjeh Resto. Lokasinya berada di satu kompleks kawasan wisata De Wangen, tidak jauh dari wisata Umbul Manten dan Watergong.
Mengusung konsep “ketjeh” atau bermain air dalam bahasa Jawa, Ketjeh Resto menawarkan konsep yang berbeda dari restoran lainnya.
Karena di Polanharjo terkenalnya wisata air. Awalnya kami hanya memiliki kegiatan berkuda dan memanah, wisata religi begitu. Dari situ, muncul ide untuk membentuk restoran di sini dengan konsep air,
Kata Manajer Ketjeh Resto Yayat saat dihubungi Kompas.com, Selasa (08/12/2020).
Ketjeh Resto dan wisata De Wangen memang masih berada dalam kawasan yang sama, hanya berbeda manajemen saja.
Pengunjung yang datang bisa makan di area kolam dangkal setinggi mata kaki orang dewasa.
Kolam tersebut sengaja dibentuk awalnya dari aliran sungai yang dibendung untuk mengairi kebun kangkung milik warga sekitar.
Air yang dibendung tersebut kemudian dimanfaatkan oleh para pemilik restoran untuk dijadikan tempat makan sekaligus wisata.

Airnya memang dangkal, jadi anak-anak kecil itu bisa lari-lari main air. Orang tuanya sambil menikmati makan,
papar Yayat.
Kolam dengan ukuran yang cukup luas tersebut memiliki aliran yang tidak deras, sehingga cenderung aman untuk digunakan sebagai area bermain anak.
Di sana, ada pula ikan-ikan kecil dari sungai dan sawah. Banyak pengunjung yang kemudian sengaja membawa jaring kecil untuk menangkap ikan-ikan tersebut.
Rencananya besok kami ingin menyebar ikan setiap hari Minggu, akhir pekan begitu. Jadi nanti anak-anak kecil bisa sambil mencari ikan,
tambahan Yayat.
Secara total, restoran ini memiliki kapasitas pengunjung hingga 300 orang.
Karena areanya yang luas, pengelola masih tetap bisa menetapkan aturan jaga jarak antar meja.
Tidak hanya di atas aliran air saja, ada pula beberapa area makan lainnya juga.
Di area kolam air, kata Yayat, terdapat sekitar 40 meja yang berjarak cukup jauh satu sama lain.
Meja-meja tersebut bergaya seperti meja piknik dan memiliki bagian atap, sehingga bisa melindungi dari panas.
Selain area kolam air, jika tak ingin basah-basahan para pengunjung juga bisa duduk di area lesehan di pinggir kolam, area indoor, serta area tenda-tenda dari kain dengan konsep alami.
Selain latar belakang kolam air yang unik, pengunjung juga bisa menikmati pemandangan kebun kangkung milik warga sekitar.
Tidak sedikit pula yang memanfaatkannya sebagai latar belakang untuk berswafoto.

Here, visitors can enjoy various Indonesian specialties such as grilled fish, grilled chicken, fried chicken, roasted duck, fried duck, and a variety of snacks starting from IDR 17,000 per set.
Sebagai pembeda, Yayat mengatakan bahwa ada beberapa keunikan pada pilihan makanan yang ditawarkan Ketjeh Resto.
Sajian ikan seperti ikan gurami, kakap, dan lele tetap jadi jagoan dengan varian bumbu bakar, seperti bakar madu, bakar rujak, dan bakar rica-rica.
Pilihannya pun lebih beragam. Tidak hanya menu bakar saja, tetapi ada juga menu bebek goreng dan ayam goreng. Untuk millenial, ada pilihan seperti spageti atau mix platter, dan french fries.
Selain bermain air dan menikmati makanan, kamu juga bisa menikmati aktivitas berwisata di Ketjeh Resto ini.
Karena konsepnya yang unik, Ketjeh Resto memiliki beberapa spot foto yang sayang untuk dilewatkan.
Seperti area berbentuk hati di atas kolam air, berfoto di tengah-tengah aliran air dengan latar jejeran meja piknik yang cantik, dan area gubug yang terbuat dari bambu.
Jika sudah puas berfoto, kamu juga bisa menikmati berbagai wahana di wisata De Wangen.
Some options for tourist activities that you can do include horseback riding, archery, as well as ATV.
Surrounded by expanses of green plants makes it suitable to be used as a photo backdrop.
Anda juga bisa berfoto di beberapa spot seperti di area dengan bentuk hati besar, kapal hijau, dan jalan-jalan setapak dengan hiasan bambu yang berjajar rapi.
Ketjeh Resto juga berencana menambah aktivitas wisata untuk para pengunjung. Salah satunya lewat pembangunan kolam renang yang bisa dipakai berenang.
Jadi tidak hanya basah-basahan saja karena di sini banyak orang tua yang mencari permainan air,
sambung Yayat.
Ketjeh Resto berada di Area Sawah/Kebun, Wangen, Kecamatan Polanharajo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dibuka pukul 08.00-18.00 WIB untuk hari biasa dan 08.00-17.00 WIB untuk akhir pekan dan hari libur nasional.
(forumnusantaranews.com/Febriana)(Kompas.com)
Tinggalkan Balasan