Top 3 Dunia: Ketegangan Cina-Jepang, Penghentian Penerbangan ke Venezuela, dan Pelanggaran Gencatan Senjata di Gaza
1. Cina Melaporkan Ketegangan dengan Jepang ke PBB
Cina mengambil langkah resmi dengan melaporkan ketegangan terkait pernyataan Jepang tentang Taiwan ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Beijing menuduh bahwa pernyataan-pernyataan dari Tokyo mengandung ancaman intervensi bersenjata yang dapat memicu konflik antara kedua negara.
Peristiwa ini muncul setelah Perdana Menteri Jepang baru, Sanae Takaichi, menyampaikan pernyataan pada 7 November 2025. Dalam pernyataannya, ia menyatakan bahwa potensi serangan atau blokade Cina terhadap Taiwan dapat dikategorikan sebagai situasi yang mengancam kelangsungan hidup Jepang. Hal ini membuka kemungkinan bagi pengerahan militer Jepang berdasarkan hukum domestik.
Cina menilai pernyataan tersebut melanggar hukum internasional dan menuntut pencabutan sepenuhnya. Namun, permintaan ini ditolak oleh Takaichi. Duta Besar Cina untuk PBB, Fu Cong, dalam suratnya kepada Sekretaris Jenderal António Guterres pada 21 November, menyatakan bahwa Tokyo “secara terbuka menantang kepentingan inti Cina.”
Fu juga menulis bahwa jika Jepang melakukan intervensi bersenjata di Selat Taiwan, tindakan tersebut akan dianggap sebagai agresi. Cina menegaskan bahwa mereka akan mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya sesuai Piagam PBB.
2. Maskapai Internasional Hentikan Penerbangan ke Venezuela
Enam maskapai internasional telah menghentikan penerbangan ke Venezuela setelah Amerika Serikat memberi peringatan tentang situasi yang berpotensi berbahaya. Peringatan ini merujuk pada peningkatan aktivitas militer di sekitar negara Amerika Selatan tersebut.
Maskapai yang terlibat antara lain Iberia (Spanyol), TAP (Portugal), LATAM (Cile), Avianca (Kolombia), GOL (Brasil), dan Karibia (Trinidad dan Tobago). Semua maskapai ini menghentikan penerbangan ke Venezuela pada hari Sabtu, seperti dilaporkan oleh AFP.
Badan Penerbangan Federal AS (FAA) memperingatkan maskapai untuk berhati-hati karena risiko di semua ketinggian saat terbang di wilayah udara Venezuela. Peringatan ini muncul di tengah peningkatan kehadiran militer AS di Karibia, termasuk kapal induk terbesar di dunia dan beberapa kapal perang. Washington menggambarkan operasi ini sebagai bagian dari upaya anti narkotika, sementara Caracas memandangnya sebagai upaya untuk menggulingkan Presiden Nicolas Maduro.
3. Israel Melanggar Gencatan Senjata di Gaza Hampir 500 Kali
Pemerintah Gaza melaporkan bahwa tentara Israel telah melakukan 497 pelanggaran gencatan senjata sejak kesepakatan diberlakukan. Dalam rentetan serangan yang terus berlangsung, sebanyak 342 warga Palestina tewas dan 875 lainnya luka-luka.
Menurut laporan dari TRT World, pada 22 November, terjadi 27 pelanggaran yang mengakibatkan 24 kematian dan 87 korban luka. Pemerintah Gaza menuding Israel secara sistematis merusak kesepakatan melalui serangan mematikan dan serbuan berulang.
Pelanggaran sejak 10 Oktober mencakup penembakan terhadap warga sipil, rumah, dan tenda pengungsi; serbuan darat melewati batas garis kuning; serangan udara, artileri, dan darat; serta penghancuran bangunan. Pemerintah Gaza menyatakan bahwa tindakan ini merupakan upaya memperluas kerusakan yang sudah terjadi, serta melanggar hukum humaniter internasional dan protokol kemanusiaan.
Tinggalkan Balasan