Penghapusan 15 Universitas di Korea Selatan dari Daftar Lembaga Pendidikan Tiongkok
Beberapa universitas di Korea Selatan kini tidak lagi terdaftar sebagai lembaga pendidikan tinggi yang diakui oleh Tiongkok. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi setempat, mengingat mahasiswa Tiongkok merupakan salah satu kelompok terbesar mahasiswa asing di negara tersebut.
Penghapusan ini dilakukan oleh The Chinese Service Center for Scholarly Exchange (CSCSE), sebuah badan yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Tiongkok. CSCSE bertanggung jawab atas sertifikasi gelar lulusan dari luar negeri, yang digunakan dalam pasar kerja domestik dan perekrutan pegawai negeri sipil. Pada akhir Oktober, CSCSE memperbarui daftar lembaga luar negeri yang terakreditasi, dan menghapus sebanyak 270 sekolah di seluruh dunia, termasuk 15 universitas di Korea Selatan.
Daftar Universitas yang Dihapus
Beberapa institusi pendidikan di Korea Selatan yang terkena penghapusan antara lain:
- Universitas Terbuka Nasional Korea
- Universitas Nasional Gangneung-Wonju
- Universitas Nasional Mokpo
- Universitas Provinsi Chungbuk
Beberapa dari universitas ini adalah institusi regional yang sedang menghadapi tekanan keuangan dan penurunan jumlah mahasiswa. Namun, penghapusan ini juga memengaruhi universitas negeri, yang biasanya memiliki reputasi lebih baik.
Dampak Penghapusan pada Mahasiswa Tiongkok
Pencabutan status ini berarti bahwa lulusan dari universitas-universitas yang dihapus tidak lagi bisa mendapatkan sertifikasi gelar dari Tiongkok. Akibatnya, akses mereka ke pekerjaan kerah putih, ujian pegawai negeri sipil, serta peluang lain di Tiongkok menjadi terbatas.
Dalam pernyataannya, CSCSE menyatakan bahwa penyesuaian ini terutama ditujukan pada lembaga-lembaga yang tidak memiliki catatan pendaftaran diploma selama lima tahun terakhir. Setelah penghapusan ini, masih tersisa 261 universitas di Korea Selatan yang tetap terdaftar sebagai lembaga pendidikan luar negeri yang diakui oleh Tiongkok.
Penghapusan Sebelumnya dan Perkembangan Terbaru
Tindakan ini bukanlah yang pertama kali. Pada akhir Juli, lima universitas Korea, termasuk Universitas Daejin dan Universitas Sahmyook, telah dihapus dari daftar. Dengan tambahan 15 institusi yang dihapus pada bulan Oktober, total 19 universitas Korea telah hilang dari daftar lembaga pendidikan yang diakui oleh Tiongkok tahun ini.
Selain Korea Selatan, beberapa universitas di negara lain juga terkena penghapusan, seperti:
- 63 universitas dari Amerika Serikat
- 1 universitas dari Inggris Raya
- 2 universitas dari Australia
- 3 universitas dari Kanada
- 11 universitas dari Rusia
Kekhawatiran di Kalangan Akademisi
Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan akademisi dan pejabat pendidikan Korea Selatan. Mereka khawatir bahwa penghapusan ini akan memengaruhi daya tarik universitas-universitas lokal bagi mahasiswa Tiongkok. Selain itu, hal ini juga dapat memengaruhi hubungan bilateral antara kedua negara, terutama dalam bidang pendidikan dan kerja sama akademik.
Meskipun ada alasan resmi yang diberikan oleh Tiongkok, yaitu untuk meningkatkan kualitas dan integritas sertifikasi gelar, banyak pihak merasa bahwa langkah ini bisa berdampak buruk pada universitas-universitas yang sudah berkomitmen pada standar pendidikan tinggi. Oleh karena itu, diperlukan dialog yang lebih intensif antara pihak-pihak terkait untuk mencari solusi yang saling menguntungkan.
Tinggalkan Balasan