Transformasi Digital di Pesantren: Membangun Kapasitas untuk Era Modern
Transformasi digital di lingkungan pesantren kini menjadi isu yang sangat penting. Dalam era yang semakin serba digital, pengelola pesantren menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi. Salah satu hambatan utama adalah keterampilan yang masih rendah dalam pemanfaatan alat digital. Untuk menjawab tantangan ini, sebuah program pelatihan diluncurkan dengan fokus pada penguasaan teknologi yang relevan dengan kebutuhan administrasi dan keuangan pesantren.
Program pelatihan ini dikelola oleh tim dosen dari Universitas Komputer Indonesia (Unikom) dan disebut sebagai GOPONPES-DIGITAL. Tujuan utamanya adalah memberikan pelatihan intensif kepada pengelola pesantren agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif. Pelatihan mencakup penggunaan Google Workspace, seperti Docs, Sheets, Drive, dan Gmail, yang dirancang sesuai kebutuhan administrasi pesantren.
Kegiatan pelatihan dan pendampingan teknologi tata kelola administrasi serta keuangan pesantren melalui program GOPONPES-DIGITAL berfokus pada penerapan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Google Workspace. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Komputer Lantai 10 Unikom, dan melibatkan Pondok Pesantren Salafiyah Modern Al Ajwa Al Islamy, yang berada di Desa Pasirhuni, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung.
Tema utama dari program ini adalah “Pelatihan dan Pendampingan Teknologi Tata Kelola Administrasi dan Keuangan untuk Pesantren Menggunakan SIA dan Google Workspace.” Hadir sebagai tim pelaksana, Hery Dwi Yulianto, S.T., M.Kom. selaku Ketua, bersama anggota Dr. Nia Karniawati, S.IP, M.Si., Dr. Ony Widilestariningtyas, SE., M.Si., Ak., CA., serta Dr. Rio Yunanto, S.Kom., M.T. Selain itu, kegiatan juga melibatkan mahasiswa pendamping yaitu Nicky Febriyanti, Alif Pinasti Yudha Nugraha, dan Raki Syakir Siregar.
Program ini tidak hanya menargetkan staf administrasi dan keuangan, tetapi juga melibatkan guru muda dan santri yang memiliki potensi digital namun belum dimanfaatkan secara optimal. Peserta diberikan fasilitas untuk membentuk tim kerja digital internal yang bertugas mengelola data santri, arsip digital, hingga jadwal kegiatan lembaga. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat kaderisasi digital di lingkungan pesantren, sehingga tata kelola kelembagaan menjadi lebih efektif, modern, dan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir digital yang mendukung tata kelola pesantren di era modern. Dengan adanya partisipasi santri dan guru muda, keberlanjutan digitalisasi akan lebih terjaga,” ujar Hery Dwi Yulianto.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari ini mendapat sambutan positif dari pimpinan dan pengelola Pondok Pesantren Al Ajwa. Para peserta mengapresiasi pendekatan kontekstual yang memudahkan mereka menghubungkan teknologi dengan aktivitas harian lembaga. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim dosen UNIKOM juga merencanakan sesi pendampingan lapangan untuk memonitor implementasi hasil pelatihan.
Program ini didukung penuh oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Hibah Pengabdian 2025, pada Kelompok Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, serta bidang fokus Produk Rekayasa Keteknikan – Digitalisasi. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan transformasi digital di pesantren dapat berjalan lebih cepat dan efektif, sehingga pesantren bisa tetap relevan di tengah perubahan dunia yang semakin dinamis.
Tinggalkan Balasan