Presiden Trump Kembali Jadi Sorotan Setelah Gunakan Riasan di Tangan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menjadi perhatian publik setelah diketahui menggunakan riasan di bagian tangan. Kejadian ini memicu kembali spekulasi mengenai kondisi kesehatannya, terutama setelah sebelumnya muncul kekhawatiran tentang pembengkakan pada pergelangan kakinya.
Dalam sebuah momen yang terjadi pada Jumat (22/8) di Washington DC, Trump terlihat dengan riasan berwarna lebih terang dari kulit aslinya di bagian tangan. Peristiwa ini terjadi saat ia mengunjungi museum People’s House dan juga ketika menghadiri acara Piala Dunia di Oval Office. Saat itu, Trump sempat menyilangkan tangannya, tetapi bekas riasan tetap terlihat jelas saat ia berdiri.
Fenomena serupa bukanlah pertama kali terjadi. Menurut laporan, Trump pernah terlihat menggunakan riasan di tangannya dalam pertemuan dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 24 Februari, serta dalam pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen di Skotlandia pada Juli. Ia juga pernah tertangkap kamera dengan bagian punggung tangan kanannya tampak kehitaman, yang menimbulkan dugaan bahwa riasan digunakan untuk menutupi kondisi kesehatan yang sebenarnya.
Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, tidak secara langsung merespons soal penggunaan riasan tersebut. Ia hanya menegaskan bahwa Trump tetap aktif berinteraksi dengan rakyat melalui jabat tangan. “Presiden Trump adalah sosok yang dekat dengan rakyat, ia bertemu dengan lebih banyak warga Amerika dan berjabat tangan dengan mereka setiap hari dibandingkan presiden mana pun dalam sejarah,” ujar Leavitt.
Kabar mengenai riasan ini semakin menambah spekulasi kesehatan Trump setelah foto kakinya yang bengkak ketika menonton FIFA Club World Cup bulan lalu beredar. Gedung Putih kemudian mengonfirmasi bahwa Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis. Meskipun demikian, Leavitt menyebut kondisi itu tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak memerlukan perubahan gaya hidup maupun rencana perawatan khusus.
Dokter Gedung Putih, Kapten Sean Barbabella, bahkan menyebut Trump dalam kondisi kognitif dan fisik yang sangat baik usai pemeriksaan rutin April lalu. Barbabella juga menjelaskan bahwa memar di tangan presiden kemungkinan besar berasal dari konsumsi aspirin untuk mencegah penyakit kardiovaskular.
Namun, menurut laporan The Independent, keraguan publik tetap ada. Survei The Economist/YouGov pada Mei lalu menunjukkan 45 persen responden menilai Trump belum transparan terkait kondisi kesehatannya.
Meskipun pihak Gedung Putih menegaskan kesehatan Trump masih terjaga, isu riasan di tangan dan pembengkakan kaki terus memunculkan pertanyaan publik. Transparansi terkait kondisi presiden diyakini akan menjadi perhatian penting menjelang masa politik yang semakin dinamis di Amerika Serikat.
Tinggalkan Balasan