TÜV Rheinland bekerja sama dengan BPLJSKB, standar uji kendaraan Indonesia meningkat

Kerja Sama Strategis TÜV Rheinland dan BPLJSKB untuk Meningkatkan Standar Pengujian Kendaraan

Pengembangan standar pengujian kendaraan bermotor di Indonesia kini memasuki tahap baru. Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah kerja sama strategis antara TÜV Rheinland Indonesia dengan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau Vehicle Testing and Certification Center (VTCC). Kemitraan ini ditandai oleh penandatanganan nota kesepahaman yang dilakukan di Proving Ground BPLJSKB, Cibitung, Bekasi, pada hari Kamis (15/1/2026).

Langkah Konkret untuk Memperkuat Infrastruktur Pengujian

Kerja sama ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat infrastruktur pengujian kendaraan dan komponen otomotif di Indonesia. Penandatanganan dilakukan oleh Presiden Direktur TÜV Rheinland Indonesia, Nyoman Susila, serta Kepala BPLJSKB yang diwakili oleh Tri Bowo Leksono, Kepala Seksi Pelayanan dan Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB. Acara tersebut juga turut dihadiri oleh jajaran manajemen dari kedua institusi, termasuk Senior Vice President Mobility Asia Pacific TÜV Rheinland, Stefan Heuer.

Menurut Heuer, selama satu dekade terakhir, Indonesia telah berkembang pesat sebagai pusat produksi kendaraan dan komponen otomotif di Asia Tenggara. Selain menjadi basis manufaktur OEM, Indonesia juga mulai bertransformasi menjadi pusat inovasi, penelitian, dan pengembangan teknologi kendaraan. Hal ini menuntut adanya fasilitas pengujian yang memadai, tenaga ahli tersertifikasi, serta penerapan standar global untuk menjamin keamanan dan kualitas produk.

“Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini. Ini membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut,” ujar Heuer dalam keterangan resminya, Rabu (21/1/2026).

Peran Penting dalam Membangun Ekosistem Pengujian Nasional

Tri Bowo Leksono menilai kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran layanan teknis pengujian kendaraan di Indonesia. Ia menyebut bahwa penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen dari BPLJSKB dan TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran technical service yang ada di tingkat internasional.

“Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TÜV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran dari technical service yang ada di internasional seperti TÜV Rheinland juga BPLSJKB yang sudah hadir dengan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar internasional dan tentunya bantuan support dari para stakeholder untuk bisa maju bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga bertujuan membangun ekosistem pengujian nasional agar mampu naik kelas ke standar internasional. “Harapannya kerjasama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri dan komponen kendaraan bermotor di Indonesia,” tambahnya.

Adaptasi terhadap Perkembangan Teknologi Kendaraan

Nyoman Susila menyoroti pentingnya sistem pengujian yang mampu mengikuti perkembangan teknologi kendaraan saat ini. Ia menyebut bahwa teknologi mobil-mobil baru semakin berkembang dan membutuhkan pengujian yang sesuai dengan fitur-fitur terbaru.

“Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya,” tambahnya.

TÜV Rheinland menempatkan diri sebagai mitra strategis untuk mendukung kebutuhan tersebut. “TÜV Rheinland hadir untuk mendukung apapun yang dibutuhkan. Referensi-referensi internasional misalnya, dan kami juga di internal, juga mengikuti secara detail, sangat dekat juga dengan tumbuhnya teknologi-teknologi baru. Jadi tantangan untuk teknologi baru, di sini sudah ada fasilitas, kami support,” tutur Heuer.

Fasilitas Pengujian Bertaraf Internasional

Sebagai informasi, BPLJSKB telah memiliki fasilitas pengujian bertaraf internasional, mulai dari laboratorium crash test, braking system test, seatbelt anchorage test, exhaust emission test, hingga electrical safety test. Di luar ruangan, tersedia proving ground dengan lintasan beragam seperti high speed oval track, noise emission loop track, low friction braking track, dynamic area, hingga passive safety lab.

Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengujian kendaraan dan komponen otomotif yang kompetitif di tingkat regional maupun global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *