Ubah Tanah Kosong Milik Desa Menjadi Apotek Hidup : Inovasi KKN 18 UNIVERSITAS TRUNODJOYO MADURA mengajak Ibu PKK untuk kesehatan keluarga di Desa Peganden, Manyar Gresik.

Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) terus dilakukan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga kepada Ibu-Ibu PKK yang dilaksanakan di Balai Desa Peganden, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Peganden dengan antusias. Sosialisasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai manfaat tanaman obat keluarga sebagai alternatif pengobatan alami yang aman, mudah diperoleh, dan dapat dibudidayakan di lingkungan rumah. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan lahan pekarangan agar lebih produktif dan bernilai guna bagi kesehatan keluarga.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis tanaman obat yang umum ditemui, seperti jahe merah, kunyit, temulawak dan serai. Pemateri menjelaskan manfaat masing-masing tanaman, cara penanaman, perawatan, hingga pengolahan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.

 

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi dan diskusi. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar penggunaan tanaman obat untuk keluhan kesehatan sehari-hari, seperti masuk angin, batuk, nyeri otot, hingga peningkatan daya tahan tubuh. Hal ini menunjukkan tingginya minat ibu-ibu PKK terhadap pemanfaatan TOGA sebagai solusi kesehatan keluarga. “Sebetulnya kami dari PKK sudah memiliki pemikiran untuk membuat dan mengembangkan tanaman TOGA sejak tahun lalu, namun sampai saat ini belum dapat terealisasikan. Dengan adanya program dari adik-adik KKN ini, kami merasa sangat terbantu karena dapat menjadi pemicu sekaligus pendamping dalam mewujudkan rencana tersebut.” Ujar Ketua PKK

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan ibu-ibu PKK Desa Peganden dapat menjadi agen perubahan dalam keluarga dan lingkungan sekitar dengan mengembangkan serta memanfaatkan tanaman obat keluarga secara berkelanjutan. Selain mendukung pola hidup sehat, pemanfaatan TOGA juga berpotensi meningkatkan kemandirian keluarga dalam menjaga kesehatan secara alami. Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung pemberdayaan masyarakat desa, khususnya peran ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan potensi lokal untuk kesejahteraan keluarga dan masyarakat Desa Peganden secara keseluruhan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *