Ukraina: Rusia Gunakan Strategi Baru, Pasukan Kecil Menembus Pertahanan

Perubahan Taktik Militer Rusia di Garis Depan Perang Ukraina

Pasukan Rusia dikabarkan telah melakukan perubahan signifikan dalam strategi operasional mereka selama musim panas tahun ini, khususnya antara bulan Juni hingga September. Perubahan ini terlihat dari cara mereka mengirimkan pasukan kecil untuk menyusup ke wilayah pertahanan Ukraina. Informasi ini disampaikan oleh seorang komandan militer tinggi Ukraina yang menilai bahwa taktik baru ini menjadi upaya untuk mendorong lebih jauh ke dalam wilayah yang dikuasai Ukraina.

Meskipun Moskow saat ini menguasai sekitar seperlima wilayah Ukraina, namun hanya berhasil merebut 1 persen wilayah negara tersebut dalam setahun terakhir. Hal ini didasarkan pada analisis AFP terhadap data dari Institut Studi Perang, yang bekerja sama dengan Proyek Ancaman Kritis.

“Meskipun kemajuannya lambat, pertempuran di garis depan tetap sengit, dengan kedua belah pihak menderita kerugian besar,” demikian tulisan dalam laporan yang dirujuk.

Strategi Penembusan Pertahanan Ukraina

Panglima tertinggi militer Ukraina, Oleksandr Syrskyi, mengungkapkan bahwa Rusia kini lebih sering menggunakan kelompok kecil yang terdiri dari empat hingga enam tentara. Mereka bertugas menyusup ke dalam wilayah pertahanan Ukraina dan melaksanakan serangan yang bertujuan untuk melemahkan logistik dan rotasi pasukan.

“Sementara itu, perubahan taktik musuh telah terjadi sejak awal musim panas,” ujar Syrskyi kepada sekelompok wartawan, termasuk AFP. “Tugas utama mereka adalah menembus sedalam mungkin ke wilayah kami, mundur, berkumpul kembali, dan maju lagi — lalu menyerang target jauh di dalam untuk melumpuhkan logistik dan rotasi pasukan kami.”

Menurutnya, metode ini memungkinkan pasukan Rusia untuk melanjutkan penyerangan meskipun jumlah personel yang dikerahkan relatif sedikit. Namun, hal ini juga berarti mereka tidak dapat menguasai wilayah secara penuh.

Keberhasilan dan Tantangan di Wilayah Pertambangan Batu Bara

Pada bulan Agustus, pasukan Rusia berhasil menembus pertahanan Ukraina di dekat kota pertambangan batu bara timur Dobropillia. Meski begitu, Kiev akhirnya berhasil memukul mundur pasukan Rusia tersebut.

Syrskyi menjelaskan bahwa situasi keseluruhan di garis depan, yang membentang sepanjang 1.250 kilometer (775 mil), tetap sulit. Ia menyebutkan bahwa Rusia telah berhasil maju di beberapa bagian penting.

Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Jumat mengklaim bahwa mereka telah merebut Yunakivka, sebuah desa di wilayah Sumy di timur laut. Klaim ini menunjukkan bahwa Rusia masih aktif dalam operasi penyerangan meskipun pengambilalihan wilayah secara signifikan terbatas.

Perubahan Teknik Pertahanan Udara Ukraina

Selain itu, Syrskyi juga menyebutkan bahwa Ukraina sedang mengubah beberapa teknik pertahanan udara untuk menghadapi meningkatnya serangan udara dari Rusia terhadap kota-kotanya. Upaya ini mencakup peningkatan penggunaan helikopter dan pesawat ringan serta pengembangan sistem pencegat drone baru.

Dengan langkah-langkah ini, Ukraina berusaha memperkuat posisi mereka dalam menghadapi ancaman udara yang semakin intensif dari pihak lawan. Peningkatan kapasitas pertahanan ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas wilayah yang masih dalam proses konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *