Zakat Goes to Campus 2025 Chapter Banten: Mengajak Generasi Z untuk Peduli Umat
Forum Zakat (FOZ) Wilayah Banten kembali menggelar acara Zakat Goes to Campus 2025 Chapter Banten. Acara ini bertujuan untuk menjangkau generasi Z dan memberikan pemahaman tentang zakat serta manfaatnya bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung di Auditorium Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Untirta pada Rabu, 10 Desember 2025.
Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting seperti Dekan FEB Untirta Prof Dr Tubagus Ismail, Wakil Ketua FOZ Wilayah Banten Khori Ainul Yakin, para wakil dekan, Ketua Jurusan Ekonomi Syariah Najmudin, Sekretaris Jurusan Ekonomi Syariah Isti Nuzulul Atiah, serta ratusan mahasiswa. Talkshow yang diadakan dalam acara tersebut mengangkat tema “Zakat Cerdas, Generasi Peduli Umat”.
Narasumber dan Diskusi Menarik
Talkshow dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kota Serang Muhammad Farhan Azis dengan menghadirkan narasumber seperti Kepala Kanwil Kemenag Banten Dr H Amrullah, Muhammad Iqbal Farizi dari FOZ Wilayah Banten, Dosen FEB Untirta Muhammad Ainun Najib, dan Pemimpin Redaksi Kabar Banten Maksuni Husen. Acara dipandu oleh Sherly Annavita, seorang influencer muda dan aktivis sosial.
Selain talkshow, acara juga dilengkapi dengan penandatanganan kerjasama antara FOZ dengan FEB Untirta. Wakil Ketua FOZ Wilayah Banten Khori Ainul Yakin menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk meningkatkan literasi zakat di kalangan mahasiswa. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung literasi zakat dan nilai-nilai Asta Cita Gerakan Zakat menuju Indonesia Emas 2045 melalui filantropi Islam.
Tujuan dan Rencana Kegiatan
Ia menambahkan bahwa acara ini juga menjadi sarana untuk memberikan bantuan pendidikan dan pemagangan di LAZ yang tergabung dalam FOZ. Acara Zakat Goes to Campus 2025 Chapter Banten berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu-Kamis (10-11 Desember 2025). Pada hari pertama, dilakukan Focus Group Discussion (FGD) seputar zakat dalam pengentasan kemiskinan dan talkshow. Sedangkan pada hari kedua, ada penjurian lomba Social Project Competition: Empowernesia.
Selain itu, pada hari pertama dan kedua akan ada expobooth dari lembaga amil zakat dan mitra kolaborasi. Dekan FEB Untirta Prof Dr Tubagus Ismail menyatakan harapan bahwa acara ini bisa menghasilkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan zakat.
Pandangan Tokoh dan Peran Mahasiswa
Wakil Ketua DPRD Kota Serang Muhammad Farhan Azis menyampaikan bahwa kunci dalam rangka mengentaskan kemiskinan adalah mengurangi angka pengangguran. Ia berpandangan bahwa program pengelolaan zakat harus diarahkan pada program mengatasi angka pengangguran, seperti menyediakan wadah bagi pemagangan calon pekerja sebelum mereka terjun ke dunia kerja.
Kepala Kanwil Kemenag Banten Amrullah mengajak kepada para mahasiswa untuk mengetahui dan memahami zakat dan manfaatnya. Ia merasa gembira karena sejumlah pertanyaan yang diajukan ke mahasiswa dijawab secara benar. Ia menekankan bahwa literasi zakat harus terus dilakukan.
Muhammad Iqbal Farizi menekankan perlunya menumbuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang zakat di kalangan Gen-Z. Ia berharap dari kampus ini, banyak mahasiswa yang minat menjadi amil dan relawan. Ia menyatakan bahwa SDM di LAZ harus terus ditingkatkan dalam rangka meningkatkan jumlah pengumpulan zakat.
Pentingnya Edukasi Zakat
Muhammad Ainun Najib mengatakan bahwa literasi dan edukasi zakat menjadi hal yang penting dalam rangka meningkatkan pengumpulan zakat. Ia menyoroti bahwa masih banyak zakat yang dikeluarkan umat Islam tidak tercatat di LAZ maupun Baznas, karena mereka menyalurkan langsung. Selain itu, pemahaman masyarakat mengenai zakat masih minim.
Ia menekankan bahwa memberi literasi tentang zakat, baik zakat mal maupun zakat profesi dan wakaf, akan bisa meningkat perolehan BAZNAS dan LAZ sehingga penyalurannya bisa memberikan dampak yang luas dalam mengentaskan kemiskinan.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kabar Banten Maksuni Husen menyatakan bahwa peran media sangat penting dalam mendorong literasi, edukasi, dan kampanye zakat. Dengan kemajuan teknologi sekarang, strateginya adalah membuat konten dengan diksi kampanye zakat yang menggugah jiwa. Kalangan mahasiswa bisa berperan dalam pembuatan konten-konten tersebut.
Tinggalkan Balasan