Inovasi Drone Kustom untuk Memancing dan Bantuan Darurat
Di Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, seorang warga bernama Wahid Hasyim (40 tahun) menciptakan drone khusus yang dirancang untuk memancing serta membantu dalam situasi darurat seperti orang hanyut di pantai. Inovasi ini muncul dari tantangan para pemancing setempat yang menginginkan perangkat dengan spesifikasi khusus.
Awal Mula Ide Drone Kustom
Wahid Hasyim, yang sebelumnya menjalani usaha reparasi drone, akhirnya tertarik untuk membuat produk khusus sesuai kebutuhan pemancing. Ia mengatakan bahwa ide ini lahir dari permintaan khusus untuk drone yang tahan angin dan mampu membawa beban berat.
“Awalnya ditantang oleh pemancing, coba buat drone yang spesifikasinya tahan angin dan tahan bawa umpan berat,” ujarnya.
Proses Pembuatan Drone
Wahid menekankan bahwa proses pembuatan drone dilakukan secara mandiri. Mulai dari mencari komponen, merakit, hingga menguji hasil akhir. Ia juga menyebutkan bahwa kreativitasnya mulai berkembang sejak kecil, ketika ia suka bermain-main dengan mainan dan mencoba memahami cara kerjanya.
Hingga saat ini, Wahid telah berhasil menciptakan empat jenis drone kustom, yaitu:
- Drone empat baling-baling
- Drone empat baling-baling yang dapat dilipat
- Drone empat baling-baling yang dilengkapi kamera
- Drone enam baling-baling
Proses pembuatan satu unit drone memakan waktu antara 20 hari hingga satu bulan, tergantung jenisnya. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp5 juta hingga Rp9 juta. Drone buatannya mampu mengangkat beban antara 1,5 kilogram hingga maksimal 3 kilogram.
Fitur Unggulan Drone Kustom
Perbedaan utama dari drone kustom Wahid dibandingkan produk pabrikan adalah fitur airdrop. Dengan fitur ini, pengguna hanya perlu menekan tombol dari remote untuk menjatuhkan umpan pancing.
Drone tersebut mampu terbang hingga ketinggian 120 meter dengan daya jelajah 2 kilometer. Durasi terbangnya mencapai sekitar 40 menit tanpa membawa beban.
Penggunaan Drone dalam Aktivitas Memancing
Riwan (57 tahun), seorang pengguna drone asal Purworejo, datang ke bengkel Wahid untuk memperbaiki drone yang biasa digunakannya dalam aktivitas memancing. Menurut Riwan, memancing menggunakan drone memberikan jangkauan yang lebih jauh dan efektif untuk mendapatkan ikan berukuran besar.
“Jaraknya bisa mencapai 300 hingga 400 meter (bibir pantai),” katanya.
Selain itu, Riwan pernah menggunakan drone tersebut untuk membantu menyelamatkan seorang wisatawan yang terseret arus di pantai Purworejo. Drone digunakan untuk membawa pelampung ke arah korban, sehingga memudahkan proses evakuasi.
Tinggalkan Balasan