Wamenag Minta Layanan KUA Lebih Cepat dan Sederhana

Peran KUA sebagai Wajah Kementerian Agama di Masyarakat

Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menegaskan bahwa Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan wajah Kementerian Agama yang berada di tengah masyarakat. Ia menekankan bahwa kualitas layanan KUA harus terus ditingkatkan agar tidak mengalami hambatan atau proses yang terlalu rumit.

Pernyataan ini disampaikan oleh Romo Syafi’i saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Tahun 2026 di Jakarta, pada hari Kamis, 22 Januari 2026. Menurutnya, keberadaan KUA hingga tingkat kecamatan menjadikan unit ini sebagai titik temu utama antara masyarakat dan negara dalam urusan keagamaan.

“Bimas Islam adalah wajah Kementerian Agama di tengah masyarakat. Jangan sampai masih ada keluhan layanan KUA yang lambat atau berbelit-belit. KUA harus menjadi pusat layanan keagamaan yang solutif, inklusif, dan responsif,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan program Revitalisasi KUA sebagai bagian dari upaya menyiapkan dan melayani umat di masa depan. Menurut Romo, pelayanan publik di bidang keagamaan tidak hanya berkaitan dengan administrasi, tetapi juga mencerminkan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan spiritual dan sosial masyarakat secara bermartabat.

Capaian dan Tantangan dalam Layanan Bimas Islam

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, melaporkan capaian kinerja layanan yang menunjukkan tren positif. Salah satu indikator yang mencatat peningkatan adalah Indeks Layanan Bimbingan Perkawinan, yang telah mencapai skor 82 dan dinilai efektif dalam mendukung penguatan ketahanan keluarga.

Namun, Abu Rokhmad juga mengakui bahwa masih ada pekerjaan rumah dalam layanan zakat dan wakaf. Indeks layanan pada sektor tersebut baru mencapai skor 57,2 dan akan menjadi salah satu fokus utama perbaikan ke depan.

Dukungan dari DPR RI untuk Peningkatan Kualitas Layanan

Dukungan terhadap peningkatan kualitas layanan Bimas Islam juga datang dari Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang. Ia mengapresiasi capaian kinerja yang diukur melalui berbagai indeks layanan dan menegaskan komitmen DPR untuk mendukung kebijakan serta anggaran yang dibutuhkan.

“Indeks penilaian layanan keagamaan menunjukkan hasil yang cukup memuaskan. Komisi VIII akan terus mendukung agar rekomendasi Rakernas ini berdampak nyata pada peningkatan layanan kepada masyarakat,” ujar Marwan.

Penghargaan untuk Kantor Wilayah dengan Kinerja Terbaik

Pada acara tersebut, Wakil Menteri Agama menyerahkan penghargaan kepada lima Kantor Wilayah Kementerian Agama dengan kinerja anggaran terbaik, yaitu Jawa Timur, Gorontalo, Aceh, Papua, dan Sumatera Utara. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemacu bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas layanan.

Tantangan Ke depan dan Penekanan pada Peningkatan Mutu

Menutup arahannya, Romo Syafi’i mengingatkan jajaran Bimas Islam agar tidak cepat berpuas diri. Ia menilai capaian indeks layanan patut disyukuri, namun tantangan ke depan menuntut peningkatan mutu layanan yang berkelanjutan. Hal ini menjadi prioritas utama untuk memastikan bahwa layanan keagamaan dapat terus memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *