Warga Jateng Beralih ke Pembayaran Digital

Pemanfaatan QRIS di Jawa Tengah Semakin Meluas

Pemanfaatan teknologi Quick Response Indonesia Standard (QRIS) semakin meningkat di Jawa Tengah. Teknologi ini kini mulai digunakan secara luas dalam berbagai sektor, termasuk di sektor transportasi. Salah satu contohnya adalah penggunaan QRIS dalam transaksi pembayaran tiket pada Bus Rapid Transportation (BRT) TransJateng.

Arief Djatmiko, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, menyatakan bahwa penggunaan pembayaran nontunai telah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat yang menggunakan moda transportasi umum. Ia menilai bahwa penggunaan sistem pembayaran digital ini terus meningkat, baik untuk pembelian tiket umum maupun untuk kalangan pelajar dan karyawan.

“Secara umum saya katakan bahwa terjadi peningkatan penggunaan pembayaran nontunai. Baik itu tiket umum, pelajar, dan beberapa karyawan,” ujar Arief.

Peningkatan penggunaan QRIS ini dipengaruhi oleh berbagai program kolaboratif yang dilakukan pemerintah provinsi dengan Bank Indonesia. Salah satu program yang diberlakukan adalah harga khusus sebesar Rp1.000 untuk pengguna BRT TransJateng yang melakukan pembayaran tiket melalui QRIS. Program ini berlaku hingga tanggal 30 September dan telah menunjukkan dampak signifikan.

“Jadi sampai tanggal 30 September berlaku di seluruh koridor Trans Jateng. Paling tinggi di Solo-Wonogiri, tapi kemarin saya coba di Semarang-Bawen itu jam 7 sudah habis,” jelas Arief.

Program tersebut tidak hanya memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga mengubah kebiasaan mereka dari transaksi tunai ke transaksi nontunai. Arief menekankan bahwa penggunaan QRIS kini semakin diminati oleh berbagai kalangan masyarakat, bukan hanya generasi muda yang akrab dengan teknologi.

“Kami bersama BI akan terus mengadakan sosialisasi agar penggunaan QRIS ini semakin meluas. Karena akuntabilitas kita dalam pengecekan, monitoring, evaluasi jadi lebih bagus,” tambah Arief.

Rahmat Dwisaputra, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa Bank Indonesia memiliki dua program khusus untuk memperkuat penetrasi QRIS di sektor transportasi publik di Jawa Tengah.

Program pertama adalah “Ngebis Praktis dan Ekonomis Pakai QRIS” yang memberikan kuota 1.000 tiket dengan harga Rp1.000. Program ini berlaku di seluruh koridor TransJateng. Sementara itu, program kedua adalah promo pembayaran QRIS Tap untuk pengguna BRT TransSemarang dengan harga tiket Rp80.

“BI Jateng bekerja sama dengan Dinas Perhubungan Kota Semarang memberikan tarif promo Rp80 kepada penumpang Trans Semarang untuk pembelian tiket menggunakan QRIS Tap dengan kuota 1.000 transaksi per hari selama periode promo pada 16–18 Agustus 2025,” jelas Rahmat.

Dengan adanya program-program ini, diharapkan penggunaan QRIS akan semakin luas dan masyarakat semakin terbiasa dengan sistem pembayaran digital. Hal ini juga akan membantu pemerintah dalam melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap penggunaan layanan transportasi umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *