Warung Ayam Goreng Widuran Solo Kembali Buka, Pengelola Tidak Pernah Klaim Halal


Laporan oleh Wartawan forumnusantaranews.com, Andreas Chris Febrianto


forumnusantaranews.com, SOLO –

Warung Ayam Goreng Widuran kembali berdagang atau buka dan menjual produk mereka, Jumat (20/6/2025).

Seperti diketahui, setelah polemik penggunaan bahan baku non halal yang dilakukan oleh pemilik warung beberapa waktu lalu membuat rumah makan yang berada di lokasi jalan Sutan Syahrir, Kepatihan Kulon itu harus menerima sanksi administrasi berupa penutupan sementara.

Namun setelah hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispangtan) terkait kelayakan produk untuk dikonsumsi sudah keluar, Wali Kota Solo Respati Ardi menegaskan bahwa warung sudah boleh beroperasi kembali.

Perwakilan Pengelola Warung Ayam Goreng Widuran, Victor menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan apa yang disyaratkan oleh pemerintah yaitu mencantumkan label non halal apabila ingin membuka kembali tempat usaha.

“Kita sesuai dengan arahan pemerintahan kota Surakarta. Minggu lalu kan kita sudah diperbolehkan buka kembali dan pada hari ini tanggal 20 (Juni 2025) kita mulai buka kembali,” terang Victor.

“Kita sudah melakukan perbaikan sesuai arahan Pemerintah Kota Surakarta untuk melabeli non halal di MMT maupun label kemasan. Jadi kita sudah penuhi semua dan tidak ada kesalahan pahaman lagi,” lanjut dia.

Dia berharap agar upaya membuka kembali usaha kuliner yang telah ada sejak tahun 1973 itu bisa diterima lagi oleh masyarakat.

“Harapan dari kami ya semoga semuanya lancar-lancar. Jadi mohon doa restunya pada masyarakat, semoga kedepannya semuanya berjalan dengan lancar,” harap Victor.

Kembali dibahas apakah pihak pengelola pernah dengan sengaja memberikan label halal ke produk mereka. Victor menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan itu.

“Sebenarnya nggak pernah mengklaim halal,” tegasnya.

Setelah polemik yang mengakibatkan Warung Ayam Goreng Widuran harus tutup selama sebulan penuh, Victor juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan kepada karyawan untuk selalu menjelaskan terkait produk dagangan mereka yang berbahan non halal.

“Ya sudah, kita telah menjelaskan semuanya untuk staf yang bekerja di sini. Jadi yang kita ketahui, umat Muslim, kita pasti beri himbauan mengenai makanan non halal,” pungkasnya.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *