Kunjungan Tim Bali ke MBG Yayasan Putra Bangsa dalam rangka Sharing terkait program MBG. (Horiyanto)
BONDOWOSO, FN— Yayasan Putra Bangsa Dapur SPPG Poncogati, Kecamatan Cirahdami, Bondowoso, menerima kunjungan pembinaan dari Yayasan beserta rombongan Bali dalam rangka mempelajari operasional Dapur Makan Bergizi (MBG). Kunjungan ini menjadi langkah penting bagi perencanaan pendirian dapur MBG di komunitas muslim minoritas di Bali. Selasa (25/11/2025).
Ketua Yayasan Putra Bangsa, Susan Bayu Indah, menyampaikan apresiasi atas semangat rombongan Bali dalam mempelajari proses kerja dapur MBG. Mereka tidak hanya ingin menjalankan program makan gratis, tetapi juga ingin memberi ketenangan bagi saudara-saudara muslim di daerah mereka
“Kami melihat tekad luar biasa dari para pembina di Bali. Ini adalah ikhtiar bernilai pahala besar,” ujarnya.
Menurutnya, rombongan Bali menyaksikan langsung alur operasional mulai dari penerimaan bahan baku, pengolahan, hingga penyiapan makanan. Ia menjelaskan bahwa Bali berencana mendirikan enam dapur MBG di wilayah komunitas muslim, termasuk Denpasar dan Singaraja. Upaya ini dilakukan untuk menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan program.
“Fase awal tentu penuh dinamika, tapi dengan pengalaman tim Bali, kami yakin pola kerja terbaik akan terbentuk,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Tapal Kuda MBG Jawa Timur, Fathorrozi, menegaskan komitmen terhadap pelaksanaan Program Strategis Nasional (PSN) penyediaan makanan bergizi bagi siswa. Kunci program ini adalah memastikan PSN berjalan sukses dan membangun komunikasi sosial yang kuat.
“Dari komunikasi itu, kami mendapat data riil yang membuat penanggulangan kemiskinan lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Ia menyampaikan bahwa program MBG berperan dalam menggerakkan ekonomi daerah, menekan kemiskinan, meningkatkan indeks pembangunan manusia, serta menciptakan lapangan kerja. Di Bondowoso, 60–65 dapur SPPG yang beroperasi setiap hari telah menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja.
“Mimpi besar kami adalah menjadikan dapur ini sebagai yang terbaik di Indonesia. Itu hanya bisa dicapai melalui SDM berkualitas, bahan baku terbaik, dan manajemen yang rapi,” pungkasnya.(ynt)
Tinggalkan Balasan