Yayasan Putra Bangsa SPPG Poncogati Curahdami Bondowoso, terus menjalankan makan bergizi gratis dengan lancar. (foto, Horiyanto)
BONDOWOSO, FN— Komitmen Yayasan Putra Bangsa Poncogati dalam mendukung pemenuhan gizi anak didik kembali diwujudkan melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dengan menyalurkan 2.222 paket makanan bergizi kepada berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, penyaluran program ini berlangsung pada Kamis, (13/11/2025).
Program ini menjangkau satuan pendidikan dari jenjang PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA/MA sederajat, dan mendapat sambutan hangat dari para penerima manfaat serta masyarakat sekitar.
Ketua Yayasan Putra Bangsa SPPG Poncogati, Susan Bayu Indah, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari gerakan pemberdayaan masyarakat yang dirancang tidak hanya untuk membantu pemenuhan gizi anak, tetapi juga untuk menguatkan ekonomi lokal.
“Program ini tidak sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan mendorong tumbuhnya sistem ekonomi yang bergerak dari bawah membangun kemandirian dan semangat gotong royong masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, selama tiga minggu pelaksanaan, dampak positif program mulai terasa di berbagai lapisan masyarakat. Para penerima manfaat tidak hanya mendapatkan bantuan pangan, tetapi juga termotivasi untuk mengembangkan potensi usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Kami ingin memastikan bahwa niat baik Bapak Presiden dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat benar-benar sampai dan dirasakan masyarakat. Melalui pendampingan yang baik dan sistem kerja yang transparan, kami yakin manfaat program ini akan terus meluas.” sambungnya.
Pihaknya, menegaskan sebagai bentuk komitmen, pengurus yayasan dan tim pendamping aktif mendampingi para pengelola muda dalam manajemen organisasi dan kepemimpinan, agar program berjalan berkelanjutan dan profesional.
“Kami tidak ingin hanya menggugurkan kewajiban. Kami ingin membangun sistem yang kuat dan akuntabel agar tidak terjadi penyimpangan. Ini adalah tanggung jawab moral kami terhadap amanah besar ini,” tegasnya.
Program MBG juga terbukti memberikan dampak nyata bagi ekonomi lokal. Sebanyak 47 karyawan SPPG, seluruhnya warga asli Curahdami, terlibat langsung dalam proses produksi dan distribusi makanan. Langkah ini tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Dengan semangat kebersamaan, profesionalisme, dan komitmen tinggi terhadap kesejahteraan masyarakat, Yayasan Putra Bangsa Poncogati Bondowoso berharap program Makan Bergizi Gratis dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang sistematis, transparan, dan berdampak luas bukan sekadar bantuan sosial, melainkan gerakan menuju kemandirian ekonomi rakyat.(*)
Tinggalkan Balasan