Dampak Erupsi Semeru: 3 Orang Luka Parah, 204 Hektare Lahan Rusak

Dampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang

Erupsi Gunung Semeru beberapa hari yang lalu telah menyebabkan berbagai kerusakan di wilayah Lumajang, Jawa Timur. Menurut informasi yang diperoleh, tiga orang mengalami luka berat akibat dampak erupsi tersebut. Selain itu, lahan pertanian seluas 204,63 hektare juga rusak, serta puluhan rumah terdampak.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa ketiga korban luka berat sedang dalam perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Haryoto Lumajang. Ia menambahkan bahwa selain lahan pertanian, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan rumah sakit juga mengalami kerusakan berat. Selain itu, satu unit gardu PLN juga rusak akibat material vulkanik dari erupsi.

Wilayah Terdampak Erupsi

Tiga desa yang paling terdampak oleh erupsi Gunung Semeru adalah Desa Supiturang dan Oro-Oro Ombo di Kecamatan Pronojiwo, serta Desa Penanggal di Kecamatan Candipuro. Sebanyak 528 warga dari tiga desa tersebut kini tinggal di pengungsian.

Mereka tersebar di dua pos pengungsian yang disiapkan pemerintah, yaitu SMP Negeri 02 Pronojiwo dengan jumlah pengungsi sebanyak 307 jiwa dan SDN 04 Supiturang dengan 221 jiwa. Meskipun berada di pengungsian, para pengungsi tetap menjalani aktivitas sehari-hari, seperti membersihkan rumah mereka yang terkena abu vulkanik atau tetap bekerja.

Bantuan Logistik untuk Pengungsi

BNPB telah melakukan penyaluran bantuan logistik kepada para pengungsi korban erupsi. Bantuan tersebut mencakup berbagai kebutuhan dasar, antara lain:

  • 300 matras
  • 300 terpal
  • 300 selimut
  • 200 boks masker medis
  • 200 paket plastik sampah
  • 150 paket alat kebersihan

Sementara itu, bantuan pangan terdiri dari 1.000 makanan siap saji dan 200 paket sembako. Penyerahan bantuan ini dilakukan bersama antara BNPB dan perwakilan Komisi VIII DPR RI. Bantuan tersebut digunakan oleh warga yang tempat tinggalnya terdampak maupun masyarakat sekitar yang turut terpapar abu vulkanik.

Aktivitas Gunung Semeru

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan bahwa Gunung Semeru meletus pada Rabu (19/11) pukul 16.00 WIB. Tinggi kolom letusan mencapai sekitar 2.000 meter di atas puncak. Awan panas yang dihasilkan memiliki jarak luncur hingga tujuh kilometer dari arah puncak. Kolom abu yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara dan barat laut.

Aktivitas erupsi Gunung Semeru tercatat dalam seismogram pos pemantauan gunung api di Lumajang dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sekitar 16 menit 40 detik. Meskipun aktivitas erupsi telah berakhir pada pukul 18.11 WIB, status Level IV atau Awas masih diberlakukan oleh pemerintah daerah dan Badan Geologi untuk mengantisipasi kemungkinan aktivitas lanjutan.

Status Tanggap Darurat Bencana Alam ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang dan berlaku aktif hingga 26 November. Hal ini menjadi langkah penting dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *