Kata Bojan tentang Persaingan Papan Atas Liga Super

Persib Bandung dan Persaingan Sengit di Papan Atas Super League 2025-2026

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, memberikan komentarnya mengenai dinamika persaingan di papan atas klasemen Super League 2025-2026 menjelang akhir tahun kalender 2025. Ia mengungkapkan kekagetannya terhadap performa Borneo FC yang mampu meraih poin terbanyak dalam paruh pertama musim ini.

Borneo FC berhasil mencatatkan 11 kemenangan beruntun dalam 11 laga awal, meskipun kemudian mengalami dua kekalahan dan satu hasil imbang dalam tiga pertandingan terakhirnya. Meski begitu, mereka masih memimpin klasemen dengan total 34 poin. Di bawahnya, Persib Bandung menempati posisi kedua dengan 31 poin, unggul dua poin dari Persija Jakarta yang berada di urutan ketiga, serta tiga poin lebih banyak dari Malut United yang berada di peringkat keempat.

Bojan mengakui bahwa performa Borneo FC cukup mengejutkan, namun ia juga menyatakan bahwa Persija dan Malut United memiliki sumber daya yang lebih besar, sehingga wajar jika mereka berada di posisi atas. “Borneo sedikit mengejutkan, tapi Malut dan Persija mengeluarkan uang paling banyak, jadi itu normal,” kata Bojan setelah timnya mengalahkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung, pada hari Minggu, 21 Desember 2025.

Di awal musim, Bojan memprediksi bahwa persaingan di papan atas Super League akan mirip dengan Liga 1 musim lalu. Menurutnya, tim-tim yang memiliki pemain bintang seperti Persija, Malut United, dan Dewa United akan tetap mendominasi. Namun, prediksi tersebut tidak sepenuhnya terwujud. Dewa United, yang sebelumnya finis di posisi kedua musim lalu, kini tengah kesulitan. Bojan mengungkapkan bahwa kemungkinan besar mereka mengalami penurunan performa karena harus berlaga di dua kompetisi sekaligus, yaitu Super League dan AFC Challenge League.

“Sebelum musim dimulai, saya pernah berkata bahwa Persija dan Malut akan berada di papan atas. Saya mengira Dewa juga akan ada di sana. Tapi karena beberapa alasan, Dewa seperti kami bermain di kompetisi Asia, jadi mereka cukup kelelahan di liga lokal,” ujar Bojan.

Meski demikian, Bojan optimistis bahwa persaingan untuk gelar juara Super League akan semakin sengit hingga putaran kedua. Menurutnya, pertandingan akan semakin menarik karena bukan hanya tim papan atas yang bersaing, tetapi juga tim-tim di papan bawah yang berjuang keras untuk menghindari zona degradasi. “Jadi ini menjadi liga yang menarik hingga akhir,” tambahnya.

Kini, Teja Paku Alam dan rekan-rekannya akan menghadapi PSM Makassar dalam laga tunda pekan kedelapan di Stadion GBLA pada Sabtu malam, 27 Desember 2025. Setelah itu, Persib akan memainkan dua laga sisa paruh pertama melawan Persik Kediri pada 5 Januari dan menjamu Persija pada 11 Januari tahun depan.

Bojan menekankan bahwa laga melawan Persija akan menjadi pertandingan penting. “Saya tidak ingin ada hal yang sama terjadi lagi sehingga menyebabkan masalah bagi kita saat bertanding melawan Persija di kandang,” ujarnya.

Persib Bandung telah meraih dua gelar Liga 1 secara beruntun dalam dua musim terakhir di bawah asuhan Bojan. Jika musim ini mereka kembali menjadi juara, pelatih Kroasia itu akan mencatatkan hattrick.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *