Bencana Alam Melanda Wilayah Sekitar Pegunungan Muria
Bencana alam berupa banjir, banjir bandang, dan tanah longsor terus melanda wilayah sekitar Pegunungan Muria di Jawa Tengah. Kejadian ini telah berlangsung sejak akhir pekan lalu dan masih terus berdampak pada masyarakat setempat. Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa penanganan bencana di daerah-daerah yang termasuk dalam Kabupaten Jepara, Pati, dan Kudus sedang berlangsung secara aktif.
Menurutnya, saat ini belum ada penetapan darurat bencana. Status tersebut hanya akan diberlakukan apabila kondisi bencana sangat mengganggu aktivitas masyarakat secara luas dan fluktuatif. Meskipun demikian, pihaknya tetap siaga dan siap menangani perkembangan yang lebih parah.
Dampak Banjir dan Tanah Longsor di Kabupaten Pati
Di Kabupaten Pati, banjir telah melanda 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan. Selain itu, tanah longsor terjadi di 10 desa yang berada di 3 kecamatan dengan total sekitar 121 lokasi. Sebanyak 20 rumah atau sekitar 80 keluarga terkena dampak langsung dari bencana ini. Total jumlah warga yang terdampak mencapai 264 jiwa, satu di antaranya meninggal dunia.
Mantan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah ini juga menyampaikan bahwa proses penanganan bencana dan penyaluran bantuan berjalan lancar tanpa hambatan. Pihaknya memastikan bahwa masyarakat mendapatkan perlindungan dan kebutuhan pokok mereka sudah terpenuhi.
Korban Jiwa di Kabupaten Kudus
Di Kabupaten Kudus, banjir dan tanah longsor menyebabkan tiga korban jiwa. Dua orang meninggal karena terseret arus banjir, sementara satu korban lainnya tertimbun material tanah longsor. Kejadian ini menunjukkan betapa seriusnya dampak bencana alam yang terjadi di wilayah tersebut.
Gangguan Lalu Lintas dan Infrastruktur
Pada Minggu, 11 Januari 2026, kondisi lalu lintas di Jalan Pantura Kudus-Pati terendam banjir. Hal ini menyebabkan gangguan besar terhadap mobilitas masyarakat dan transportasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jepara mencatat adanya 23 titik lokasi banjir dan 22 titik tanah longsor. Kejadian ini menyebabkan 65 rumah rusak dan 692 hektare lahan pertanian terdampak. Akses menuju satu desa di Kabupaten Jepara sempat terputus akibat banjir yang menerjang jalan. Puluhan titik longsor juga terjadi di ruas jalan menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Selain itu, jaringan listrik di area tersebut juga terputus.
Kerusakan pada Rumah dan Fasilitas
Sejumlah rumah warga rusak akibat banjir dan tanah longsor. Bahkan, satu tempat penggilingan kopi hanyut terbawa banjir. Turut terseret banjir juga adalah kopi seberat 5 ton dari lokasi penggilingan tersebut. Peristiwa ini menunjukkan kerugian besar yang dialami oleh masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Tinggalkan Balasan